Curug Bidadari Sentul dan Info Harga Tiket Masuk

Curug Bidadari Sentul dan Info Harga Tiket Masuk

Mau liburan enaknya kemana ya, bagaimana kalau ke Curug Bidadari? Di sana kita dapat melihat pemandangan dan air terjun yang indah, pokoknya alam wisata masih asri sekali. Letaknya di daerah Bogor dimana yang kita tahu wilayahnya sangat khas dengan panorama alam yang sejuk karena banyak daerah pegunungan dan hutan.

Curug Bidadari Sentul ini menjadi salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Bahkan hampir setiap hari tempat wisata tersebut selalu ramai pengunjung, terlebih lagi ketika hari libur akan sangat padat wisatawan dari berbagai penjuru.

Rute Curug Bidadari

 

curug bidadari sentul
image source: instagram.com/curug_bidadari

Wisata Curug Bidadari yang terdapat air terjun besar ini berada di desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Buat kalian yang tertarik dan hendak pergi ke Bogor untuk berwisata ke lokasi Curug Bidadari, khususnya dari Jakarta. Pengunjung jika mengendarai sepeda motor dapat melewati jalan tol Jagorawi dan keluar melalui pintu keluar jalan tol Sentul selatan. Setelah itu, ketika keluar dari tol Jagorawi akan menemui pertigaan dan langsung ambil jalur kiri yang arah menuju Sentul Nirwana.

Nah kemudian akan dilanjutkan melalui jalanan yang rapi, Anda tinggal mengikuti saja jalur tersebut dan jangan lupa selalu melihaa aplikasi Google Map sebagai petunjuk jalan. Bagi yang tidak ingin melewati jalan tol maka bisa melalui jalan raya Jakarta-Bogor serta mengambil jalur alternatif Sentul.

Sementara itu bagi kalian yang menempuh perjalanan dari kota Bekasi dan Cileungsi maka bisa melalui jalan raya Gunung Putri agar menuju ke Citeureup lalu lurus hingga sampai pertigaan sirkuit Sentul. Tetaplah pada posisi jalan tersebut sampai menuju ke arah Babakan Madang, jika sudah sampai di pertigaan pasar Babakan Madang ambil belok ke kanan.

Dan kita akan sampi di Polsek untuk membelok ke arah kanan sehingga melewati terowongan kecil dan bisa mengikuti petunjuk jalan yang ke arah Curug Bidadari. Pada sekitar lokasi wisata bagi pengunjung dari luar kota jangan khawatir masalah tempat menginap, sebab banyak hotel dan penginapan.

Info Harga Tiket


Bagi calon wisata yang berniat untuk berkunjung ke Curug Bidadari, agar bisa menikmati air terjun di sana pastinya harus membayar sejumlah harga tiket. Sementara untuk mengunjungi air terjun uang yang dikeluarkan sangat terjangkau dan bisa berkeliling melihat alam yang indah.

Harga tiket Masuk hari Biasa : Rp 25.000
Harga tiket Masuk hari Libur : Rp 30.000

- Harga tiket tersebut untuk per pengunjung / satu orang.
- Dan tiket masuk berlaku untuk usia dari 5 tahun ke atas

Jam Buka (Waktu Operasional) : Mulai pukul 06.00 – 17.00

Curug Bidadari Sentul dibuka setiap hari, jadi pengunjung bisa kesana kapanpun ada kesempatan sebab dibuka mulai pagi hingga sore hari. Rencanakan liburan ke sana sekarang juga!

Mitos Curug Bidadari


Menjadi salah satu tempat wisata air terjun yang menarik merupakan Curug Bidadari yang besar dan sangat luas. Kalau Anda ke sana akan melihat air terjun yang tinggi serta terdapat kolam yang biasa untuk mandi para wisatawan. Tapi kolam tersebut juga terdapat air terjun sehingga curugnya bertingkat hingga 7 buah lho.

Sering muncul pelangi di sekitar air terjun ini menjadikan kepercayaan bagi warga sekitar tentang asal usul nama Curug Bidadari. Mitos dari pelangi tersebut dipercaya sebagai jembatan bagi tujuh bidadari untuk mandi pada kolam tersebut. Jadi berdasarkan cerita lokal, dari situlah asal pemandian air terjun ini menjadi nama Curug Bidadari.

 

Baca : 10 Objek Wisata Alam di Jogja Paling Hits

Spot Foto yang Indah

 

spot foto curug bidadari

Di area dekat air terjun juga tersedia spot buat foto cantik nan indah bagi wisatawan ketika ingin mengabadikan momen wisata di Curug Bidadari. Dengan latar air terjun dan pemandangan perbukitan hutan lindung sangat khas. Tak heran banyak yang suka posting fotonya ke sosial media Facebook serta Instagram mereka.

Ternyata pihak pengelola telah memikirkan tempat foto ini dengan matang, dengan hasil latar air terjun juga hijaunya hutan lindung menjadi daya tarik orang-orang ketika melihat di media sosial.

Terlebih lagu mengenai makanan, disana juga disediakan yang namanya Saung Kuliner. Maka bagi kalian yang merasa lapar tidak perlu mencari terlalu jauh. Untuk kebutuhan makanan dan minuman pada area Curug Bidadari tersebut, Saung-saung Kuliner menyajikan berbagai hidangan disana.

Nah itulah tadi mengenai Curug Bidadari Sentul dan info harga tiket masuk, semoga tulisan ini menambah wawasan bagi pembaca. Cukup sekian terima kasih.

10 Objek Wisata Alam di Jogja Paling Hits, Wajib Kamu Kunjungi

10 Objek Wisata Alam di Jogja Paling Hits, Wajib Kamu Kunjungi

Selain menjadi kota pendidikan dengan memiliki makanan khas bernama Gudeg, Jogja juga terkenal akan pesona alam yang indah dan hits. Banyak orang juga mengatakan kalau Yogyakarta itu terkenal akan budaya dan seni seperti wayang salah satu kesenian yang sangat populer disana.

Tidak dapat dipungkiri jika kita berkunjung ke Jogja pada hari-hari tertentu akan disuguhkan dengan aneka budaya dan seni tradisional yang akan mewarnai para wisatawan atau pengunjung. Hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi para turis mencanegara.

Bila kita mau berlibur pastinya wajib menentukan lokasi terlebih dahulu. Dengan tujuan ke Jogja maka kalian harus tahu beberapa tempat wisata disana yang paling sejuk serta menyuguhkan alam yang cantik. Berikut beberapa lokasi wisata Jogja yang patut kalian perhitungkan untuk mengisi waktu liburan dengan suasana baru.


1. Bukit Pengilon, Gunungkidul
 

wisata alam jogja
 

Bukit Pengilon, objek wisata ini berada di Dusun Ngelo, Desa Bolang, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Wisata Bukit Pengilon merupakan bukit yang luas dengan tumbuhan rumput merata hingga seperti padang rumput. Dinamakan Bukit Pengilon karena disitu terdapat batu yang menyerupai cermin atau pengilon istilah dalam bahasa Jawa.

2. Jembatan Pantai Timbang
 

Tidak hanya menyuguhkan wisata bukit saja, jogja juga memiliki Jembatan Pantai Timbang yang berlokasi di pantai Selatan Jawa, Tepus Gunungkidul. Jembatan tersebut memiliki panjang kurang lebih 135 meter yang berfungsi untuk menyebrang antar pulau lain di seberang pantai Timang. Panorama yang menakjubkan dengan latar belakang ombak mengelegar menjadi daya tarik banyak orang.

3. Bukit Kali Kuning di Lereng Gunung Merapi
 

Bukit tersebut merupakan tempat yang menarik, berada di lereng gunung Merapi. Selain untuk sekedar berwisata, tempat bukit Kali Kuning juga cocok digunakan buat kalian yang suka berkemah, camping dan juga outbond training.  Lokasi Bukit Kali Kuning berada di kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, Yogyakarta.

4. Tebing Watu Mabur
 

tebing watu mabur
image source: shutterstock.com
 

Lokasinya berada di Desa Mangunan, RT 28 Lembahblang, Dlingo, Bantul, DIY. Wisata alam disini menyajikan alam yang indah sangat cocok buat kalian penikmat sunset dan sunrise. Tebing Watu Mabur juga pas buat kalian yang suka camping bareng teman-teman.

5. Bukit Cendana di Kulon Progo
 

Bukit Cendana hampir mirip dengan Kalibiru, wisata ini menawarkan panorama alam yang berpadu dengan pemandangan Waduk Sermo. Udaranya yang sejuk, wisata ini hadir dengan konsep spot foto gardu pandang yang adem. Kesunyian di tempat ini akan membuat kalian betah berlama-lama sambil menikmati alam yang sejuk sambil bersantai.

6. Pinus Pangger di Dlingo, Bantul
 

Pinus Pangger di Dlingo
 

Wisata hutan pinus di Dlingo menyuguhkan alam yang lebih alami dan asri dibandingkan dengan hutan pinus yang berada di daerah Mangunan. Sehingga Pinus Pangger menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun asing. Tempat ini sangat cocok buat kamu yang lagi mencari spot untuk berfoto selfie.

7. Rumah Hobbit Mangunan
 

Rumah Hobbit yang berada di Mangunan ini tidak kalah sama yang barada di Selandia Baru. Wisata ini sangat bagus buat keluarga dan anak-anak, karena di sekitar Rumah Hobbit juga banyak spot foto yang bisa dijadikan objek wisata liburanmu.

8. Bukit Panguk Kediwung
 

Bukit wisata di Jogja yang satu ini sangat menyejukkan di mata, kita bisa memandang luas dari atas ketinggian sambil menikmati angin sejuk di pagi hari. Sambil menunggu sunrise yang indah, kalian juga bisa berselfi karena telah tersedia banyak spot foto yang keren berlatar belakang kabut dan pemandangan indah. Lokasi wisata di Kediwung, Mangunan, Dlingo, Bantul.

9. Watu Amben di Piyungan
 

Untuk melihat Jogja dari tempat ketinggian kalian bisa mengunjungi lokasi Watu Amben di jalan pleret-patuk, Pandeyan, Srimulyo, Piyungan, Bantul. Lokasi ini memiliki udara yang segar karena jauh dari jalan raya akan polusi udara sehingga suasananya masih asri dan sejuk. Watu Amben merupakan istilah dalam bahasa Jawa, "Watu" yang artinya batu sedangkan "Amben" berarti tempat tidur.

10. Bukit Lintang Sewu
 

Masih di Bantul, bukit Lintang Sewu merupakan sebuah wisata perbukitan yang menjadi pilihan utama bagi penikmat matahari terbenam. Pengunjung bisa datang ke tempat ini pada sore hari untuk menyaksikan pemandangan sunset yang indah sambil mengbadikan momen terbaiknya.

 

Baca juga : 10 Tempat Wisata Populer di Sukoharjo

Penutup :
Informasi yang saya sampaikan berasal dari berbagai sumber, mengenai kelayakan tempat wisata Jogja yang sudah disebutkan saya tidak menjamin karena selera setiap orang beda-beda. Setidaknya saya telah menginformasikan kepada kalian tempat-tempat wisata di Jogja paling Hits khususnya buat kalian yang sebelumnya belum pernah mengetahui akan wisata alam yang ada di sana.

10 Tempat Wisata Populer di Sukoharjo, Rekomendasi untuk Kamu

10 Tempat Wisata Populer di Sukoharjo, Rekomendasi untuk Kamu

Sukoharjo merupakan kabupaten yang berada di provinsi Jawa Tengah, lokasinya berbatasan dengan kabupaten Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, dan Gunung Kidul. Sukoharjo dikenal dengan kota yang nyaman, banyak tempat wisata dan rekreasi yang siap menyuguhkan pesona indah untuk pengunjung.

Selain itu, kabupaten Sukoharjo juga merupakan kota Tekstil, Kota Gamelan, The House of Souvenir, Kota Gadis (perdagangan, pendidikan, industri, dan bisnis), Kabupaten Jamu, Kabupaten Pramuka, serta dijuluki sebagai Kabupaten Batik.

Salah satu tempat wisata populer di Sukoharjo adalah Alaska Waterword yanga menyediakan kolam renang, budidaya satwa, dan masih ada yang lainnya. Rasanya memang kurang afdhol jika kalian pergi ke kabupaten Sukoharjo tanpa mengunjungi tempat wisatanya.

Disana ada banyak sekali tempat wisata yang asyik pasti sangat pas buat mengisi waktu libur kalian. Nah, bagi kalian yang belum tahu objek wisata paling populer di Sukoharjo, berikut kami informasikan 10 Tempat Wisata Populer di Sukoharjo, Rekomendasi untuk Kamu.


1. Royal Water Adventure
 

wisata populer di sukoharjo
 

Adalah tempat wisata air yang menggabungkan konsep modernitas yang bersentuhan dengan konsep family waterpark. Tempat dan lokasinya sangat strategis, dimana kalau kita berkunjung ke Royal Water Adventure akan disuguhkan dengan kolam arus, child play ground, kolam renang semi olympic, dan body slide.

Tempatnya berada di daerah Telukan atau lebih tepatnya berada di Jl. Solo - Sukoharjo km. 8 Telukan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Royal Water AdventureHarga Tiket: Rp20.000 - Rp30.000Jam Buka: 08.00 - 17.00 WIBNo Telp: 02712949779 / 081567756773.

2. Alaska Waterworld
Memang di Sukoharjo itu banyak tempat wisata air, berikutnya ini adalah Alaska Waterword. Berlokasi di daerah Polokarto, Sukoharjo Jawa Tengah yang merupakan milik perseorangan. Keberadaan objek wisata ini sangat disukai oleh penduduk sekitar dan para pengunjung dari luar daerah. Kelengkapan disana cukup memadai seperti adanya tempat pemancingan, kolam renang, prosotan budidaya satwa, dan lainnya sangat cocok buat edukasi wisata anak-anak.

3. Gunung Sepikul
 

gunung sepikul sukoharjo
 

Selain menyuguhkan tampat wisata air, Sukoharjo juga memiliki objek wisata alam yang tak kalah dengan wisata alam di daerah lain. Gunung Sepikul yang memiliki kemiringan 40 sampai 60 derajat ini akan memberikan pesona alam seperti Watu Jaran, Watu Kandang, Watu Tinggik, Watu Pawon, dan Watu Tumpuk, semuanya punya pemandangan yang berbeda.

4. Waduk Mulur di Bondosari
 

Wisata populer di Sukoharjo yang harus kalian kunjungi berikutnya adalah Waduk Mulur yang berlokasi di Bondosari, Sukoharjo. Penduduk lokal di sekitar Waduk Mulur yang ramah akan membuat kalian betah berlama-lama disana sambil menikmati indahnya pemandangan sekitar waduk (danau).

5. Curug Krajan
 

curug krajan sukoharjo
image source: instagram.com/gustiantography/
 

Dinamakan Curug Krajan, karana disana menyuguhkan keindahan alam berupa air terjun yang berlokasi di daerah Krajan, Sukoharjo. Tempat ini belum banyak pengunjung karena memang belum bengitu dikenal banyak orang, namun ini menjadi lokasi sangat bagus buat kalian yang lagi penat dari keramaian kota bisa kesana bareng teman dengan suasana baru yang lebih tenang. Aliran sungai disana masih asri dan jernih, lingkungan sekitar pun masih sangat alami dan bersih.

6. Pandawa Water World

Bertempatkan di daerah Grogol, Pandawa Water World merupakan tempat rekreasi atau wisata air yang cocok buat kamu sekeluarga. Tempat ini sangat luas serta ada berbagai macam patung dengan nuansa pandawa, akan membuat pengunjung nyaman di tempat tersebut. Fasilitas di tempat ini antara lain ada Kolam Arus, Action River, Bima Slide, Sight tower, Warm Spa, dan juga Black hole slide.

7. Telaga Biru
 

Lokasi wisata di Sukoharjo berikutnya yang harus kalian kunjungi adalah Telaga Biru yang memiliki pesona keindahan tidak ada duanya. Terbentuknya telaga atau danau Biru ini awalnya merupakan bekas penambang yang ditinggalkan oleh para penambang. Kemudian galian tersebut tergenang oleh air yang akhirnya menjadi danau yang mempunyai warna berbeda-beda di setiap galian. Jika kalian ingin ke sana, lokasinya destinasi wisata Telaga Biru berada di Candirejo, Sukoharjo, Jawa Tengah.

8. Geopark Batu Seribu
 

Wisata Geopark Batu Seribu yang bertempat di Gentan, Sukoharjo, Jawa Tengah ini merupakan kawasan wisata alam pegunungan. Lokasinya masih alami dan terdapat sumber  air  yang  berada  di  pegunungan  Batu Seribu  yang katanya  tidak  pernah  kering walaupun musim kemarau sekalipun. Usai di daerah Gentan kita masih memerlukan perjalanan sekitar 1.5 kilometer hingga sampai Geopark Batu Seribu.

9. Keraton Kartasura di Ngadirejo
 

Selain menyuguhkan wisata alam dan rekreasi air, di Sukoharjo juga terdapat peninggalan bersejarah bernama Kraton Kartasura. Tempat lokasi wisata ini berada di daerah Ngadirejo, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bagi kalian yang menyukai tempat bersejarah, jangan lewatkan tempat yang satu ini ketika kalian sedang berada di Sukoharjo.

10. Petilasan Keraton Pajang
 

Masih tentang wisata bersejarah, untuk petilasan Kraton Pajang ini berlokasi di daerah Kertasura, Sukoharjo. Disana kalian akan menemukan bebrapa patung bersejarah dan juga lukisan tokoh Islam ternama seperti Sunan Kalijaga serta tokoh-tokoh yang lainnya bisa kalian temukan di tempat tersebut.

Itu dia beberapa lokasi wisata populer yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah. Jngan sampai tidak tahu kalau kamu hendak ke Sukoharjo, pastikan sudah merencanakan tempat paling hits untuk mengisi liburan kalian.

Tips Pendakian Gunung Prau (Wonosobo) Bagi Para Pemula

Tips Pendakian Gunung Prau (Wonosobo) Bagi Para Pemula

Pernahkah kalian pergi mendaki ke gunung Prau yang ada di kabupaten Wonosobo? Jika belum mari kita simak informasi singkat tentang gunung Prau. Adalah gunung yang terletak di kawasan dataran tinggi Dieng yang dapat kita tempuh hanya dengan waktu sekitar 3 sampai 5 jam saja, jarak tempuk segitu tentu saja sangat direkomendasikan untuk para pemula.

Jika kalian ingin mencoba menaiki gunung Prau setidaknya ada delapan jalur ygn bisa dilalui hingga kita bisa sampai ke puncak tertinggi. Diantaranya adalah melalui Patak Banteng, Ding, Kalilembu, Dwarawati, Wates, Kenjuran, Pranten dan Campurejo. Dari jalur pendakian tersebut paling populer atau yang biasanya rame dilalui adalah lewat jalur Patak Banteng, karena melalui jalur ini lebih dekat.

pemandangan sunrise gunung prau

                                 Tips Pendakian Gunung Prau
1. Persiapan
Tidak hanya mendaki ke gunung Prau pastinya persiapan sudah menjadi kewajiban, terlebih lagi kalian seorang pemula yang sebelumnya belum persah sama sekali melakukan perjalanan mendaki gunung. Seperti halnya menyiapkan alat-alat muncak, baik itu pakaian, bekal makanan, wadah air, peralatan masak dan lain sebagainya.

Walaupun saat kita berangkat cuaca masih terang, kadang sampai lokasi basecamp bahkan mungkin di puncak bisa saja hujan turun, oleh karena itu jangan lupa bawa mantol atau jas hujan. Perlengkapan penting lainnya seperti p3k juga persiapkan masing-masing. Kalau kalian ke gunung prau saat musim kemarau jalan menuju puncak gunung pasti akan berdebu untuk itu jangan lupa bawa masker atau sleyer.

2. Menentukan Jalur Pendakian
Berikutnya sebelum kalian berangkat pastikan sudah menentukan jalur pendakian gunung Prau supaya tidak bingung. Apalagi baru pertama kalinya mau ke gunung prau, seperti yang telah saya sampaikan bahwa jalur pendakian gunung prau setidaknya ada delapan rute yang berbeda. Namun jalur pendakian yang ramai dilalui dan mudah dijangkau adalah via Patak Banteng. Selain itu jalur Patak Banteng terbilang berjarak lebih dekat dibandingkan dengan lainnya, sehingga cepat ditempuh untuk sampai di puncak maka tak heran banyak pendaki pemula melalui jalur tersebut.

Arah perjalanan hingga sampai ke desa Patak Banteng, jika kalian telah sampai di kota Wonosobo yakni terminal Mendolo, dengan menumpang mini bus Jurusan Wonosobo – Dieng. Setelah itu turun di Kantor Balai Desa Patak Banteng, yang letaknya berada disebelah kiri jalan. Namun jika para pendaki menggunakan angkutan pribadi, bisa melalui jalan menuju Banjarnegara langsung tanpa melewati kota Wonosobo.

3. Tentukan Waktu Berangkat
Gunung Prau memiliki ketinggian 2565 meter di atas permukaan laut (mdpl), suhu udara disana kalau musim dingin bisa minus 2 derajat celcius. Oleh karena itu bagi para pemula mendingan jangan naik pada waktu malam hari, paling tidak sampai disana sore dan mulai naik sekitar pukul 4-5 sore supaya diperjalanan belum terlalu dingin.

Karena suhu udara yang begitu dingin kalau dipaksakan takutnya bisa mengakibatkan Hipotermia, dimana mekanisme suhu tubuh kesulitan untuk mengatasi tekanan suhu yang singin. Jadi kalian wajib bawa jaket gunung yang tahan air maupun hembusan angin supaya badan tetap hangat.

4. Diperjalanan Saling Membantu
Pastikan setelah mampai di basecam desa Patak Banteng salah satu dari kelompok mengisi pendaftaran guna mendata nama dan alamat kepada petugas. Ini sudah menjadi kewajiban apabila keselamatan kalian apabila terjadi sesuatu musibah selama di puncak maka petus akan bertanggung jawab dan membantu penyelamatan.

Saling membantu satu sama lain selama diperjalanan, itu sudah pasti demi kenyamanan bersama maka jangan sampai meninggalkan salah satu sari kalian. Apabila mau istirahat harus bareng-bareng, kalaupun mau ditinggal karena ada salah satu teman sudah tidak kuat manjat jangan dipaksakan, ada yang nemenian satu atau dua orang baru tidak apa-apa dilanjutkan perjalanan. Tidak hanya sesama kelompok, terhadap orang lainpun setidaknya saling membantu kalau kalian ingin disebut sebagai pendaki gunung sejati.

5. Cari Tempat Ngecamp Yang Aman
Setelah sampai dipuncak kalian harus mencari lokasi yang strategis dan aman dari genangan air maupun angin lebat. Misalkan di puncuk sudah banyak tenda, kalian cari tempat disela-sela mereka yang masih muat untuk mendirikan tenda. Akan tetapi kalau masih sepi dan letak tenda yang lainnya berjauhan, kalian bisa mencari tempat yang sampingnya ada semak-semak guna melindungi tenda dari angin maupun badai ketika ada hujan lebat.

6. Peduli Lingkungan
Gunung Prau menjadi favorit para pendaki pemula, sehingga menjadi satu-satunya gunung di Wonosobo paling ramai dikunjungi. Tidak semua pendaki peduli terhadap lingkungan khususnya yang masih pemula banget arena ikut-ikutan temen, disana itu banyak sampah. Jadi tolong kalau kalian cinta terhadap alam, buat siapa saja jangan membuang sampah sembarangan. Kadang kita walau sudah tahu larangan membuang sampah sembarangan, namun melihat disekitarnya banyak sampah berserakan biasanya kita mau terbawa sama lingkungan.

Untuk itu kami peringatkan sekecil apapun sampah yang kalian miliki tetep disimpan dan bawa turun dari gunung karena telah disediakan tempatnya. Kalaupun mau dibakar di atas, pastikan sampah sudah benar-benar habis dan apinya telah padam.

Itulah beberapa tips dari kami buat kalian para pemula yang mau berkunjung ke gunung Prau. Terus bagaimana dengan keindahan pemandangan disana? Mungkin kan kalian telah melihat foto orang-orang di gunung Prau melalui media sosial ya gambarannya seperti itu. Supaya tidak penasaran, langsung saja buktikan ke sana, kalian tidak bakal kecewa dengan indahnya pemandangan golden sunrise yang siap menanti kalian semua di gunung Prau.
Puncak Tertinggi Gunung Pakuwaja di Dieng

Puncak Tertinggi Gunung Pakuwaja di Dieng

Jika kalian ke Wonosobo akan melihat pemandangan gunung di sekitar sebut saja seperti gunung Sindoro, Sumbing, Bismo, dan masih banyak lagi terutama jika pergi ke Dieng ada banyak disana. Disini kita akan berbicara mengenai gunung Pakuwaja, memang gunung tersebut tidak begitu populer dibandingkan dengan gunung seperti Sumbing dan Sindoro akan tetapi Pakuwaja tidak kalah indah pemandangan dipuncak gunung.

Kalau nama Dieng sudah tidak asing lagi di Indonesia bahkan mungkin di luar negeri, gunung Pakuwaja merupakan salah satunya yang berada di komplek gungung Dieng. Untuk mencapai ke puncak gunung tersebut setidaknya ada tiga jalur yang bisa dilalui untuk sampai ke gunung Pakuwaja. Yang pertama dari desa Sembungan yang satu jalan dengan bukit Sikunir, kemudian melalui desa Parikesit, dan juga dari atas Dieng Plateau.

Puncak Gunung Pakuwaja

Ketinggian gunung Pakuwaja 2413 meter di atas permukaan laut (MDPL), dari ketiga jalur tersebut yang bisa dilalui hingga sampai Gunung Pakuwaja yang paling dekat adalah melalui desa Sembungan. Hanya memerlukan waktu sekitar 1.5 jam, sedangkan kalau lewat jalur Dieng Plateu dan Parikesit hingga 2 sampai 3 jam baru sampai puncak. Walaupun jangkauan terdekat melalui desa Sembungan, namun kalau kita mau pergi muncak ke gunung Pakuwaja disarankan melalui desa Parikesit karena Basecamp ada di sana, dengan alamat desa Parikesit jalan Dieng KM 23 Kejajar.

Tidak heran memang, jika gunung ini begitu jadi primadona pendaki pemula dan profesional karena jarak tempuh hanya 2 jam dari basecamp menjadi daya tarik tersendiri. Nah, siap-siap saja bagi kalian yang penasaran dengan gunung Pakuwaja di Dieng tersebut, apalagi yang di luar kota ada saudara yang tinggal di Wonosobo.

Mengapa Dinamakan Gunung Pakuwaja?
Lain dengan gunung Prau, gunung pakuwaja menawarkan keheningan bukit serta kabut yang selalu menyelimuti lereng-lerengnya. Berbicara mengenai asal-muasal atau mengapa namanya gunung Pakuwaja.

Bahwa tujuan utama para pendaki Pakuwaja adalah sebuah batu besar yang memiliki bentuk unik yakni menjulang tinggi, ini yang menjadi cerita dan asal mula muncul nama Pakuwaja. Batu itulah yang menjadi pusat perhatian dan juga primadona pendakian Pakuwaja dan berdasarkan cerita orang tua atau legenda setempat, batu itu adalah paku atau pasaknya pulau Jawa. Atau ada juga yang bilang konon batu yang terdapat di Pakuwaja merupakan paku raksasa yang memperkuat Pulau Jawa.
“Karena pada jaman dahulu pulau Jawa konon terombang-ambing, barulah ketika diberi batu itu pulau Jawa bisa kembali stabil,” menurut cerita salah satu warga sekitar.

Gunung Pakuwaja bisa masih tergolong bersih  dan jarang digunakan sebagai lokasi pendakian. Selain menarik dijadikan spot untuk melihat matahari terbit, dari puncak Pakuwaja, pendaki juga bisa melihat pemandangan Gunung Sindoro, Slamet, Merapi, Merbabu, dan bahkan Telomoyo. Sementara jika melihat ke arah utara  tampak di Kejauhan lokasi Wisata Telaga warna yang menjadi bonus terindahnya.

Bisa dibilang di Gunung Pakuwaja merupakan puncak tertinggi di dataran tinggi Dieng. Disana suasananya sangat tenang bisa menjadikan tempat santai ketika sedang berlibur atau sekedar mengisi waktu luang untuk menikmati indahnya alam semesta dan indahnya ciptaan Tuhan.

Yang terpenting ketika kalian pergi ke gunung dimanapun tempatnya, selalu jaga lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan jangan sekali-kalai merusak lingkungan. Hingga ada kata-kata mutiara untuk mengingatkan para pendaki  yang pernah kami temukan disuatu gunung “jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun di gunung kecuali gambar”.

Sekian semoga informasi ini bis menjadikan wawasan baru buat kalian yang belum pernah ke gunung Pakuwaja.
Pesona dan Keindahan Alam Bukit Seroja di Wonosobo

Pesona dan Keindahan Alam Bukit Seroja di Wonosobo

Bukit Seroja, pernahkah kalian pergi dan mengunjungi tempat tersebut saat berwisata. Pasti tempatnya sangat indah dengan pesona dan alam yang masih asri membuat suasana menjadi romantis. Bagi kalian yang belum tahu tempat apakah itu dan lokasinya dimana, saya akan menceritakan terlebih dahulu.

Lokasi Bukit Seroja
 

Lebih luasnya di Jawa Tengah, dan lebih dekat lagi tempatnya di Wonosobo kota yang dikenal dengan makanan khasnya yakni Tempe Kemul dan Mi Ongklok. Bukit Seroja berada di alamat Desa Maron, kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo. Jika kalian pernah ke puncak Sikunir maka bukit Seroja berada di sebelah utaranya lebih tepatnya di area perbukitan telaga Menjer. Selain melalui desa Maron kita juga bisa menempuh perjalanan ke bukit Seroja melalui jalur desa Kreo dan desa Sembungan, kita membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan hingga sampai bukit Seroja dari desa-desa tersebut.

Melalui bukit itu kita bisa menikmati pemandangan yang indah terpampang sebuah Telaga Menjer di bawahnya, melihat sunrise dan saunset disela-sela jejeran pegunungan apabila kalian berkunjung di waktu pagi atau sore hari. Keindahan pemandangan lain saat kita berada di bukit Seroja yaitu gagahnya gunung yang bisa kalian lihat dari bukit ada gungung Sindoro, Merapi, Sumbing, Merbabu dan Ungaran. Dengan demikian disana akan memberikan pesona yang menawan bagi para pengunjung.

Sekitar 13 KM jarak yang harus kalian tempuh hingga ke bukit Seroja kalau dihitung dari alun-alun Wonosobo. Perlu diperhatikan lagi pastikan saat mau kesana cuaca sedang cerah, sehingga panorama Kota Wonosobo akan tampak lebih jelas dari sana liburan pun jadi tambah betah.


pesona bukit seroja

Sangat direkomendasikan bagi kamu yang merasa cukup bosan dengan keramaian kota, Bukit Seroja bisa jadi tempat yang wajib kalian kunjungi. Mungkin saja setelah kamu sampai disana maka akan lebih merasa tenang dengan suguhan nuansa hijau yang menyejukkan hati dan pikiran. Ajak juga pasangan kalian khususnya yang sudah memiliki, bagi yang masih sendiri siapa tahu dapat jodoh di bukit Seroja.

Tidak cukup hanya untuk sekedar bersantai menikmati keindahan alam, kalian juga dapat berwisata selfie ketika mengunjungi wisata Bukit Seroja ini. Karena disana juga telah tersedia spot foto cantik yang ada seperti gardu panjang dengan berbagai bentuk dan juga kebun teh yang indah, pokoknya siapkan saja kamera yang bagus dan kalau perlu sama photografernya.

Dan mudah-mudahan setelah mengunjungi wisata alam di Bukit Seroja tersebut maka akan membuat penat kalian rasakan, akan segera hilang dan relaks kembali. Jangan lupa untuk share ke sosial media semua momen terbaik kalian selama di Serojo agar yang lain pada pengen juga ke sana.
Memang ya, kota Wonosobo itu menjadi salah satu objek wisata pilihan bagi para traveler bahkan tak sedikit yang menjadikan tempat favorit. Biasanya kan tempat paling sering dikunjungi oleh para traveler adalah Dieng karena sudah tekenal sejak jaman dulu. Namun kalau bukit Seroja ini baru beberapa tahun sekitar 2015 awal dibuka.

Apabila dari Luar Kota, Apa Saja yang Harus Dipersiapkan ketika Mau ke Bukit Seroja

1. Yang pertama pastinya kamera DSLR jangan sampai ketinggalan, kalau perlu buwa juga Drone.
2. Jangan lupa bawa bekal karena tujuannya mau ke bukit bukan ke Mall, yang paling penting minuman atau bawa uang secukupnya dan beli makanan dan minuman di jalan, kan banyak banyak tersedia makanan di Wonosobo yang cocok untuk menemani wisata.
3. Pastikan kondisi badan kalian sehat karena suhu udara di Wonosobo lebih dingin dari pada di Kota Jakarta. Jadi pastikan kalian sudah mempersiapkan dengan matang, dan satu lagi jangan lupa berdo’a supaya diberi keselamatan selama diperjalanan hingga tempat tujuan.

Mungkin cukup sekian mengenai informasi bukit Seroja yang berada di Wonosobo, dan pesan dari saya “siapapun kalian jagalah lingkungan tempat anda kunjungi demi melestarikan wisata alam Indonesia”.
Berburu Indahnya Sunrise Di Puncak Gunung Bismo

Berburu Indahnya Sunrise Di Puncak Gunung Bismo

Gunung Bismo, gunung yang terletak di Provinsi Jawa Tengah ini dulunya bekas gunung api dengan kawah tua yang terpotong membuka ke arah tenggara, tapi sekarang sudah aman alias tidak aktif. Tepatnya letak gunung Bismo berada di perbatasan desa Campursari dengan desa Sikunang, kecamatan Kejajar, kabuaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah. Posisinya bisa kita bilang masih berada di pegunungan komlek Gunung Api Dieng. Gunung tersebut memiliki ketinggian 2.365 meter di atas permukaan air laut (MDPL).

puncak gunung bismo


Apabila melewati jalur desa Sikunang memang jalannya sudah tidak begitu menanjak karena ketinggiannya sudah sekitar 2260 Mdpl. Bagi kalian yang ingin mencoba mendaki gunung Bismo, telah terbuka jalur yang telah disediakan untuk umum yakni melalui dusun Silandak, kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Melalui jalur ini jalan sudah enak dilalui karena memang kedepannya akan digunakan sebagai jalur resmi pendakian gunung Bismo, kabarnya setelah jalan utama menuju desa tersebut di aspal baru tempat basecamp dan fasilitas lain sebagainya akan segera disediakan.

Untuk mencapai puncak Bismo kita harus melewati 4 pos, dimana pos pertama kita akan melewati sumber air yang telah disediakan untuk para pendaki. Jadi para pendaki bisa mengisi cadangan air pada sember mata air tersebut yang asli dari gunung Bismo.

Kemudian pos 2 kita akan melihat pemandangan hutan pakis yang tertanam rapi dan indah, ini bagus buat mengambil foto terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke pos berikutnya. Karena sering di jaga dan dirawat oleh warga sekitar, tepat di bawah hutan pakis telah ditanam pohon kopi, yang mungkin nantinya untuk penghasilan warga dan yang terpenting yakni melestarikan kopi di dusun Silandak.

Dilanjutkan perjalanan dimana kita akan menemui pohon ilalang yang tingginya mencapai 2 meter lebih. Harus berhati-hari karena daunnya yang tajam akan membuat tangan atau bagian tubuh kita terluka apabila sampai menyenggol sisi daunnya. Nah untuk itu pastikan kalian membawa sarung tangan dan memakainya setalah sampai tempat ini supaya aman dari daun ilalang tepatnya di pos 3.

Untuk lokasi selanjutnya hingga menuju ke pos 4 jalannya mulai nanjak, samping kanan kiri banyak pepohonan tua dan suhunya pun semakin dingin jangan lupa siap pakai jaket. Tetap hati-hati itu harus diutamakan apalagi yang belum pernah naik gunung jangan sampai mendahului ataupun tertinggal jauh dengan kelompok. Semakin ke atas jalan semakin sempit dan sisi kanan kiri jurang, memang kalau kita lihat dari bawah sudah kelihatan sangat jelas, gunung Bismo itu memanjang dan lancip.

Setelah melewati pos 4 kita akan disuguhkan sebuah puncak Bismo di depan mata yang indah dan menawan, rasanya sudah sangat dekat sekali tetapi perasaan tidak sampai-sampai karena disini kita sudah sangat lelah melewati beberapa pos dari bawah. Sampai puncak membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 jam, itu tergantung cuaca kalau cerah 3 jam bisa sudah sampai dan kalau kurang mendukung ya bisa 4-5 jam.

Bagi kalian yang ingin mencoba menaiki gunung Bismo melalui jalur dusun Silandak, disarankan jangan malam hari karena jalannya bisa dibilang ekstrim. Mending berangkat sore hari dan pastikan cuaca sedang dalam keadaan cerah. Khususnya buat yang baru pertama kalinya mau ke gunung Bismo, kalau sudah pernah dan tahu rutenya malam hari tidak menjadi masalah lagi.

 

Baca juga : Fakta Gunung Sumbing yang Harus Diketahui Para Pendaki

sunrise puncak gunung bismo

Yang terakhir, mungkin kalian bertanya-tanya bagaimana dengan Sunrise di Puncak Bismo?

Tidak usah diragukan lagi, sesuai yang telah saya katakan tadi pastikan cuaca tidak mendung maka sunrise di gunung Bismo sangat indah. Tidak sia-sia dengan perjalanan yang melelahkan, semua akan terbayar setelah kita melihat matahari terbit dan pemandangan disekitar melihat luasnya kota Wonosobo dari puncak gunung Bismo. Juga akan melihat pemandangan gunung lainnya seperti gunung Sindoro, gunung Sumbing serta gunung pakuwojo.

Kalau kita sampai di puncak masih cerah, jika kalian beruntung akan melihat hewan monyet misalnya berangkat siang dan sampai sana sore itu bisa saja menjumpai hewan tersebut. Sesampai di puncak Bismo tetap jaga etika karena disana terdapat makam Mbah Bismo dan jangan lupa untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga alam tetap lestari. Baik, saya rasa cukup sekian dan terima kasih.
Gunung Kembang Wonosobo via Blembem

Gunung Kembang Wonosobo via Blembem


Gunung Kembang atau yang sering dijuluki sebagai anakan gunung Sindoro berada di kabupaten Wonosobo. Walau gunung ini tidak sepopuler ayah dan bundanya yakni Sindoro dan Sumbing akan tetapi gunung ini masih sangat asri sekali dengan hutan yang rimbun. Gunung ini memiliki ketinggian 2340 dan yang menariknya adalah krtinggiannya setiap tahun katanya bertambah, hal ini diakibatkan karena perubahan penumpukan letupan gunung Sindoro.

Selain hutannya yang masih rimbun, Kembang juga terkenal akan banyaknya bunga anggrek. Adanya hewan babi hutan yang menjadi ciri khas, berbagai macam burung, dan hewan lainnya.
Pendakian ke gunung Kembang masih jarang dikarenakan transportasi yang lumayan sulit. Namun sekarang ini telah di buka BaseCam baru pada bulan April 2018 di desa Blembem kecamatan Kertek, letaknya pun cukup strategis karena dekat jalan raya.

Selain via Blembem kita juga bisa melalui jalur Desa Lengkong ataupun Desa Keseneng, Kecamatan Garung. Perjalanan kita kali ini melalui desa Blembem karena kebetulan ini merupakan pertama kalinya dan sekaligus pembukaan jalur baru. 

Saat kami mendaki bisa dibilang gunung kembang ini masih perawan karena belum terlalu terjamah oleh tangan-tangan manusia. Kita pun harus membawa tali rafia untuk menendai jalur dari bawah hingga puncak gunung Kembang yang dilakukan bersama-sama komunitas pendaki Wonosobo.

Jalan masih banyak semak-semak, pepohonan yang tinggi dan jalan yang masih rapat dengan rumput lihar sehingga harus bersama-sama agar tidak salah jalan. Apalagi gnung ini masih sangat kental dengan mistis, itu kami ketahui dari beberapa cerita warga sekitar dan seorang pendaki yang pernah ke Kembang. 

Pendakian Gunung Kembang bisa kita lalui dalam waktu kurang lebih 4 jam saja. Akan tetapi dianjurkan siang hari sebelum dzuhur, sehingga saat malam tiba sudah berada dipuncak. Pendakian malam hari sangat tidak diperbolehkan sudah peraturan dari Basecamp Blembem, selain akan bisa tersesat karena minimnya papan petunjuk, di Kembang masih banyak binatang buas berkeliaran seperti Babi hutan.

Sesampai di Puncak Gunung Kembang tempatnya tidak terlalu luas namun tempat mendirikan tenda lebih mudah kita dapatkan dari pada di gunung Bismo, ya kita bisa pasang setidaknya hingga 20 tenda lah. Pemandangan yang megah dan indah, tepat di depan mata terlihat jelas Gunung Sindoro yang berdiri tegak dan tinggi. Sedangkan kalau melihat di sebelah kanan yakni Gunung Sumbing  tampak menjulang dengan gagah.

 
Di puncak terdapat lobang besar yang bisa kita turuni dan melihat ada apa disana. Ternyata kawah mati yang  ditumbuhi rumput hijau dikenal dengan nama “Bimo Pengkok”. Disitu terdapat mata air kecil yang sangat jernih dan bisa kita manfaatkan untuk masak mie kalau persediaan air yang kita bawa sudah habis. Tetapi kalau musim kemarau biasanya akan kering jadi kalian perlu bawa bekal yang lebih banyak lagi.

Berdasarkan cerita penduduk sekitar, Gunung Kembang lebih banyak didaki oleh orang-orang yang ingin bersemedi. Untuk itu kalian jangan heran jika di sekitar kawah mati Bimo Pengkok terdapat sesaji  berupa bunga mawar merah dan putih, ingkung, dupa, buah-buahan yang diletakkan di atas batu maupun di rerumputan. Biasanya ritual tersebut dilakukan pada bulan Suro, biasanya dibulan itu juga rame para pendaki ke Kembang, kalian bisa ikut meramaikan.
Tips Mendaki Gunung Slamet Saat Musim Hujan, Pilihlah Jalur yang Tepat

Tips Mendaki Gunung Slamet Saat Musim Hujan, Pilihlah Jalur yang Tepat

Saat musim hujan pastinya kapasitas pendaki akan menurun dibandingkan dengan saat cuaca terang. Tidak hanya digunug terkenal seperti Prau, Slamet pun begitu. Memasuki musim hujan, jumlah pendaki Gunung Slamet via jalur Bambangan, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah selalu menurun drastis. Akan tetapi pasti ada saja dari luar kota yang mendaki.

Menurunnya jumlah pengunjung selalu dinformasikan oleh Basecam setempat. Misalnya kalau dituliskan dalam bentuk data, pada Bulan Oktober tidak ada 1.000 pendaki, sebelumnya (September) bisa mencapai 1.291 pendaki, bahkan pas Agustus sampai 4.312 pendaki, ini sudah menunjukkan perbedan yang sangat jelas seiring pergantian musim.

Saat musim hujan pastinya kebanyakan pendaki lebih memilih gunung dengan tinggi yang ideal seperti Bismo, gunung Kembang, atau ke sebuah bukit.

Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang selalu menjadi destinasi bagi para pendaki baik domestik maupun mancanegara. Jalur Bambangan yang selalu ramai sebagi jalur favorit, berdasarkan data tercatat bisa mencapai 18.683 pendaki yang mendaftar melalui jalur Bambangan.

Saat musim hujan selalu diingatkan buat para pendaki Gunung Slamet yang berencana untuk melakukan perjalanan via Bambangan supaya mempersiapkan perbekalan terutama ponco dan tenda dengan lengkap.

puncak gunung slamet

Jalur Menuju Gunung Slamet via Bambangan

Berikut ini telah kami tulis jalur transportasi umum untuk bisa sampai menuju Basecamp Bambangan, Gunung Slamet, Purbalingga :

1. Buat pendaki yang menggunakan mode transportasi umum kereta dapat berhenti di Stasiun Purwokerto.

Sedangkan untuk pengguna bus dapat langsung turun di Terminal Purbalingga maupun Bobotsari.

2. Sesudah kita sampai di Stasiun Purwokerto atau Terminal Purwokerto, pendaki dapat menyewa angkutan umum dengan negosiasi tarif yang disesuaikan dengan jumlah rombongan. Jadi semakin banyak orang tarifnya juga lebih besar.

Kebanyakan angkutan trayek yang disewa berkisar antara Rp 300.000 sampai Rp 400.000 satu rombongan. Untuk perjalanannya dari Stasiun Purwokerto sampai Bambangan membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam.

3. Selain menyewa angkutan umum, pendaki juga bisa lebih dulu menggunakan bus Rp 10.000 sampai Terminal Purbalingga atau dengan Rp 15.000 untuk sampai di Terminal Bobotsari.

4. Dari Terminal Purbalingga, berikutnya pendaki dapat menyewa jasa angkutan non-trayek (plat hitam) untuk mencapai Basecamp Bambangan.

Kendaraan non taryek ini banyak ditemui baik dari terminal maupun dari Simpang Serayu, Mrebet dengan tarif  sekitar Rp 150.000 - Rp 250.000 per rombongan.

5. Setelah sampai di Basecamp Bambangan, pendaki akan dikenakan biaya antara lain: Simaksi pendakian Rp 15.000/hari, Perhutani Rp 5.000, Parkir sepeda motor Rp 10.000/pendakian, atau parkir mobil Rp 50.000/pendakian.

Nah demikian tips jalur pendakian ke gunung Slamet saat musim hujan melalui Bambangan sebagai jalur terfavorit para pendaki. Mengenai tarif kendaraan, biaya registrasi dan lain-lain sewaktu-waktu dapat berubah itu hanya perkiraan yang terpenting kalian sudah bisa membayangkan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan.
Pemandian Air Hangat Kali Serayu (Mojotengah - Wonosobo)

Pemandian Air Hangat Kali Serayu (Mojotengah - Wonosobo)

Di Wonosobo itu banyak tempat-tempat pemandian air hangat, dari yang sudah dikunjungi oleh banyak orang dari luar kota hingga yang dikungjungi oleh beberapa warga sekitar. Kali Anget merupakan salah satu tempat pemandian air hangat yang sudah cukup populer di wilayah Wonosobo dan sekitarnya. Selain air hangat disitu juga tersedia kolam renang yang luas dengan berbagai fasilitas lumayan lengkap karena selalu dijaga dan dirawat olah petugas.

Tapi bukan itu yang akan saya bahas kali ini, melainkan pemandian air hangat di Kali Serayu yang lokasinya tepat dipinggir Kali Serayu. Letak posisinya berada di perbatasan antara dusun Bondalem dan desa Kalibeber kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Sehingga yang mengunjungi pemandian air hangat Kali Serayu warga sekitar dua desa tersebut karena letak jangkauannya sangat strategis.

Siapa saja boleh berendam dan mandi di air hangat tersebut karena tempatnya terbuka untuk umum, namun kebanyakan pengunjungnya adalah kaum laki-laki. Meski kadang ada wanita yang berendam di situ, biasanya adalah seorang pendatang dari luar kota yang kebetulan ada saudaranya di desa Kalibeber.

pemandian kali serayu

Tempat pemandian air hangat selalu rame khususnya waktu sore hari menjelang maghrib, biasanya warga sekitar pada berendam usai pulang bekerja supaya badan jadi hangat dan lelah cepat hilang. Selain warga sekitar, karena di Kalibeber terdapat Pondok Pesantren, jika hari minggu atau sekolah libur maka air hangat Kali Serayu akan dipenuhi para santri.

Selain digunakan hanya untuk sekedar berendam atau mandi, air hangat tersebut dipercaya bisa menyembuhkan orang yang mengalami penyakit gatal pada kulitnya. Terutama anak-anak pesantren kadang ada yang gatal-gatal maka biasanya akan rutin berendam supaya kumannya mati dan gatal cepat sembuh. Terjadinya air hangat ini berasal dari Tuk (sumber mata air) yang mengalir di atas lahar di dalam tanah.

Wangan tandu kali serayu


Kalau kita menuju ke tempat pemandian air hangat kita akan melewati aliran sungai dari Kali Serayu yang berada di atas pemandian. Aliran sungai atau irigasi ini bernama wangan Tandu yang memiliki sejarah sebagai peninggalan jaman penjajahan Belanda. Memang yang buat adalah orang Indonesia, tapi atas perintah kolonial Belanda pada waktu itu. 

 

Besi sebagai pengatur air yang masih masih kokoh hingga sekarang karena terus dirawat maupun di cat ulang supaya tidak berkarat. Irigasi ini bertujuan untuk mengaliri lahan yang tadinya hanya bisa ditanami singkong bisa di sawah untuk ditanami padi sebagai bahan makanan pokok. Walaupun dulu perjuangannya sangat berat namun sekarang hasilnya bisa dinikmati oleh para anak dan cucu para pejuang. Air Kali Serayu dikenal bagus untuk mengairi sawah tanaman padi biasanya lebih subur dari pada aliran sungai yang lainnya.

Dari tadi kita membahas nama Kali Serayu yang ada di Wonosobo, tapi mungkin dari kalian ada yang belum tahu asal usul atau legenda dari nama Kali Serayu. Bahwa sumber mata airnya berasal dari pegunungan Dieng disuatu tempat yang bernama Tuk Bima Lukar, untuk lebih jelasnya silahkan kalian simak ceritanya di bawah ini,

Di sebuah daerah dataran tinggi Dieng terdapatlah sumber mata air bernama Tuk Bima Lukar yang mungkin dari kalian sudah ada yang tahu, karena ini merepakan salah satu objek wisata di Dieng. Berdasarkan cerita atau legenda dari masyarakat sekitar, Tuk Bima Lukar ini mempunyai daya tarik tersendiri, yaitu dipercaya bagi siapa saja yang membasuh muka atau mandi dengan air di tuk tersebut akan menjadi orang tersebut awet muda.

Cerita Asal Usul Kali Serayu
Sedangkan asal mula cerita Tuk tersebut berawal pada suatu ketika sang Pandawa sedang pergi ke Dieng untuk membangun sebuah Candi sebagai tempat pemujaan. Di tengah perjalanan salah satu orang Pandawa yang bernama Bima merasa ingin buang air kecil (kencing), sehingga memutuskan berhenti untuk kencing. Anehnya, air kencing itu kemudian menjadi sebuah sumber mata air yang berupa Sendang, airnya tersebut sangatlah bersih dan jernih.

Pada suatu hari, Dewi Drupadi ingin mandi di sendang tersebut, maka berangkatlah Drupadi ke sendang tersebut itu, Ia segera melepas pakaian untuk mandi. Bima yang masih berada disekitar tuk, terkejut melihat kecantikan seseorang perempuan yang bernama Dewi Drupadi dalam kondisi telanjang bulat, mendadak ia merasa ingin kencing. Maka dengan membelakangi Dewi Drupadi ia kencing dan Dewi Drupadi tahu perbuatan Bima tersebut, kemudian bertanya: "Hai Kanda, mengapa Kanda membalikan badanmu?"

Sambil kencing Bima menjawab maaf, setelah saya melihat dinda melepas pakaian, saya terpesona, ternyata adinda adalah seorang putri yang cantik jelita tiada tara, yang dalam bahasa jawa nya Bima mengatakan bahwa “Siro Ayu” (kamu cantik), Dewi Drupadi tersipu malu mendengar sanjungan Bima tersebut. Dan akibatnya air kencing Bima tersebut menjadi tumpah. Dan terjadilah Sungai Serayu, yang diambil dari kata siro ayu, sedangkan sendang tersebut bernama tuk Bima lukar. Hingga kini Sungai Serayu Mengalir dari Wonosobo dan bermuara di laut Cilacap.
 ~selesai~

Bukit Sikunir (Dieng - Wonosobo) Negeri Atas Awan

Bukit Sikunir (Dieng - Wonosobo) Negeri Atas Awan

Bukit Sikunir Dieng letaknya di Desa Sembungan, bukit ini menjadi salah satu obyek wisata populer di Dataran Tinggi Dieng. Tidak hanya warga lokal, ketika musim liburan Bukit Sikunir semakin ramai dikunjungi wisatawan baik luar daerah hingga mancanegara.

Hingga saat ini sudah lama bukit Sikunir menjadi buah bibir seantero dunia, seiring dengan kemajuan internet dan sosial media, termashur dengan keindahan golden sunrisenya. Setidaknya ada ribuan pengunjung  rela mendaki bukit ini di pagi petang melawan udara dingin yang menusuk sumsum tulang, dengan tujuan menyaksikan detik-detik matahari terbit  dari puncak Bukit Sikunir, yang katanya terindah se Asia.



Lokasi Bukit Sikunir tepatnya itu terletak di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Desa Sembungan ini merupakan desa tertinggi di pulau Jawa, 2.200 meter dari permukaan laut,  tentu ini sudah termasuk ketinggian suatu gunung. Desa ini suhunya sangat dingin, apalagi dibulan Agustus yang bisa mencapai minus derajat celcius, dingin banget kan. Sehingga Bukit Sikunir pun bisa kita sebut bukit di atas gunung.

Mendaki Bukit Sikunir sangat mudah, dari Wonosobo, hanya memerlukan waktu 1 jam saja, pokoknya sangat direkomendasikan bagi pendaki pemula. Tak heran lokasi itu selalu diserbu puluhan orang-orang untuk berlibur. Bagi pendatang baru sesampai di Gerbang Desa Sembungan pastikan selalu perhatikan dan ikuti papan penunjuk jalan, apalagi untuk yang berangkat di masih petang, agar nantinya kamu tidak kesasar.


Kamu juga harus perhatikan supaya tidak tertinggal prosesi matahari terbit, dari kota Wonosobo, jangan lebih dari pukul 03.00 WIB.

Menginjak di Gerbang Desa Wisata Sembungan, berarti kita masih 1.5 km lagi untuk sampai tempat parkir kendaraan kita, dibawah bukit Sikunir. Sebelum lanjut perjalanan kita registrasi dulu atau membeli karcis masuk Bukit Sikunir.tak lama lagi ada loket karcis, tempat membeli karcis untuk naik Bukit Sikunir, sekitar satu jam. Sebelum berngkat, boleh deh kalau kamu masih lapar pergi ke warung dulu, karena di dekat tempat parkir juga ada jajanan khas wonosobo seperti tempe kemul untuk mengisi perut anda sambil pesen segelas kopi.

Langsung saja kita menjat bukit dengan berjalan kaki rame-rame, melewati jalan bebeatuan yang telah dibentuk lebih nyaman untuk pengunjung, juga ada pagar kayu untuk berpegangan. Sebelum sampai puncak yang sesungguhnya ada satu tempat favorit wisatawan asing yaitu Pos sunrise 1. Disukai oleh touris kerena didini belum begitu tinggi, namun matahari yang terbit justru seakan lebih dekat. Sambil menungu terbitnya matahari, kamu bisa pesen secangkir kopi atau jahe, tinggal pesan karena ada yang menjual minuman dan kentang goreng.

Area puncak Sikunir sesunguhnya itu lebih luas dari pada Pos 1, karena luas maka bisa mendirikan tenda. Kita bisa mengetahui mana puncaknya usai melihat dan menemukan gazebo dari kayu yang terdapat ijuk pada atapnya. Ada juga batang pohon kelapa ditancapkan bisa dimanfaatkan buat duduk.

Rasanya penasaran bagaimana melihat detik-detik saat matahari muncul dari persembunyiannya, matahari akan terbit dari samping Gunung Sindoro yang cantik tampak besar menjulang, tertatap juga Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di kejauhan, menambah keindahan semakin mantab. Ditambah awan yang berada di bawah, menjadikan pengunjung benar-benar merasa sedang berada di negeri atas awan.
Bukit Sigandul, Jalur Pendakian, dan Keindahan Alam

Bukit Sigandul, Jalur Pendakian, dan Keindahan Alam


Apakah kalian para pendaki sudah pernah ke Bukit Sigandul? Letaknya di dataran tinggi Temanggung kecamatan Wonoboyo. Lokasinya sebagian besar menawarkan keindahan bagi para pecinta alam seperti pendaki gunung. Gunung atau bukit ini memiliki ketinggian sekitar 2005 meter dari permukaan laut, tentu bisa jadi tempat yang pas buat pendakian.

Mulai start atau basecamp dibukit Sigandul ini setidaknya ada 4 tempat yang sudah diresmikan, antara lain; Jalur via Gelangan Gunung, Bulu, Dedapan, dan Sigandul.

Jalur Pendakian
Yang pertama Gelangan Gunung atau basecamp 99, lokasinya berada di kelurahan Purwosari kecamatan wonoboyo. Kedua via Bulu, kelurahan Rejosari kecamatan wonoboyo, jalur ini tidak begitu melelahkan karena cukup landai, maka sangat direkomendasikan buat pemula. Jika kalian melelui jalur ini akan disuguhkan pesona alam wonoboyo dengan  view gunung sibotak, sindoro, sumbing, merbabu, merapi dan ungaran. Dilanjutkan Pos 2 pendakian ini disajikan gardu pandang di atas area hutan pinus, bisa buat istirahat sejenak sambil foto-foto dahulu. Saat malam hari mata kita tidak hanya bisa menatap gemerlap bintang di langit,  tetapi pemandangan tak kalah indahnya adalah gemerlap lampu di wilayah kabupaten temanggung, serasa lautan yang penuh berlian.

Basecamp yang ketiga adalah via Dadapan, kelurahan Cemoro, kecamatan Cemoro, lewat jalur yang satu ini kita akan disuguhkan dengan keindahan air terjun Ponco Tunggal ditengah-tengah perjalanan. Kemudian lanjutkan perjalanan dan akan melewati bukit perkemahan dibawah hutan pinus yang adem alias sejuk.

Terakhir adalah via basecamp Sigandul kelurahan Cemoro kecamatan Wonoboyo, kabupaten Temanggung, jalur ini satu arah dengan basecamp via Dadapan. Jalur Desa Dadapan dibilang lebih jauh, tapi lewat jalur ini akan banyak spot foto menarik, menjumpai beberapa air terjun, perkebunan kopi, serta puncak Sibonang. Jarak tempuh dari basecamp hingga ke pos 1 Segrimeng cukup jauh, setelah melewati curug dan bumi perkemahan.

Lalu Pos 2 adalah puncak Sibonang, pemandangan di sini sangat indah, terdapat semacam gardu pandang, untuk menikmati pemandangan kota Parakan dari puncak sini. Beristirahat di gardu pandang Pos 2 Sibonang bisa sambil selfi dulu untuk melepas keringat.       
   
Setelah melepas lelah di Pos 2 Sibonang, perjalanan selanjutnya adalah menuju pos 3 yang diberi nama Tanjakan PHP. Dari namanya kedengeran sudah agak nyebelin memang katanya kita bisa bener-bener di php in, soalnya mau menuju puncak aja kita hurus turun dahulu.

Keindahan Alam
Dari Puncak Gunung Sigandul, Gunung Prau yang cantik tampak sangat jelas seperti perahu terbalik. Puncak Sigandul memanjang, tidak begitu luas, tanpa pepohonan, hanya ilalang tinggi.

Dengan demikian jika kalian tertarik mendaki dan berlibur ke bukit Sigandul 2005 mdpl, melalui basecamp tersebut yang telah disebutkan. Jangan lupa bawa bekal dan jaga kesehatan tubuh sebelum berangkat mendaki.
Menelusuri Pinggiran Kawah Gunung Sindoro

Menelusuri Pinggiran Kawah Gunung Sindoro

pemandangan gunung sindoro

Gunung Sindoro berada di dua kabupaten, yakni Wonosobo dan Temanggang provinsi Jawa Tengah, merupakan gunung aktif kabarnya terakhir meletus pada tahun 1906. Untuk bisa sampi kepuncaknya kita bisa melewati salah satu dari 4 jalur yang tersedia tergantung posisi keberadaan kalian masing-masing, mana yang paling dekat.

Yang pertama melewati jalur Sigedang
Sigedang adalah nama desa yang ada di Wonosobo, bagi kalian yang tinggal di kabupaten Wonosobo mungkin sudah tidak asing lagi dengan desa tersebut. Kalau kita melewati jalur tersebut berarti lewat punggung gunung sebelah utara. Untuk bisa sampai di dsa Sigedang kalau dari arah kota Wonosobo yakni dapat dijangkau dengan naik bus jurusan Dieng, lalu turunnya di pertigaan Rejosari arah ke Tambi. Dari Wonosobo kita juga bisa melewati jalur Jlumrit atau dusun Katekan untuk bisa sampai puncak gunung Sindoro.

Lewat jalur Kledung (kab. Temanggung)
Jalur ini biasanya lebih rame dari pada jalur Sigedang, ya bisa dikatakan sebagai jalur favorit bagi para pendaki gungung Sindoro. Kenapa? Kledung selain memiliki tingkat kesulitan yang lumayan juga pemandangan yang ada sisi sepanjang perjalanan yang indah. Kledung adalah nama kecamatan, namun base camp Kledung mudah ditemukan soalnya tepat di pinggir jalan raya dan tak jauh dengan jalur gunung Sumbing. Jalur dari temanggung selain Kledung masih ada satu lagi, yaitu Sibajak.

Gunung Sindoro memiliki ketinggian 3.136 meter di atas permukaan laut (mdpl), tipe gunung berapi stratovolcano. Untuk sampai hingga puncak sindoro dari base camp, kita membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 7 setengah jam.

Salah satu daya tarik seseorang mendaki gunung Sindoro yakni adanya bunga Edelwis yang memiliki julukan sebagai bunga abadi. Julukan bunga abadi diberikan karena adanya hormon yang bisa mencegah kerontokan bunga, bagi para pendaki jangan sekali-kalai mengambil pohon Edelwis di gunung Sindoro karena dilindungi. Selain itu spot alam di atas puncak yang lapang setiap 17 Agustus pasti dilaksanakan upacara bendera olah para pendaki.

Pemandangan yang indah, terdapat batu besar, bukit serta dapat melihat view gunung lain dai puncak seperti gunung Sumbing, Slamet, Merapi, Merbabu, Ungaran dan gunung Lawu yang terlihat sangat gagah. Tak kalah menariknya yakni adanya Segara Wedi, disana kita bisa menulis atau mengambar dengan menata batu atau kerikil yang telah tergeletak banyak sehingga dinamakan Segara Wedi / Kerikil.

kawah gunung sindoro

Kalau melanjutkan perjalanannya menelusuri luasnya puncak gunung Sindoro yang sudah tercium baunya dari kejauhan adalah Kawah. Sesuai yang telah dikatakan bahwa gunung Sindoro merupakan gunung aktif kawahnya lumayan besar, kalau dari jarak sekitar 10 meter baunya sangat menyengat, namun kalau kita mendekati justru tidak terlalu bau. Dikelilingai tanah putih yang gersang dan bebatuan menjadi lokasi fovprit untuk berfoto disekitar kawah dengan background asap.

Jika kita sudah lumayan panas dan tak tahan dengan bau kawah, bisa melanjutkan jalan sampil memandang gemuruhnya air kawah. Berikutnya akan menemukan batu besar dan tebing yang tinggi dengan pemandangan luas, tapi tetap hati-hati kalau mau foto di atas batu.

Yang terakhir mungkin ini ada satu tips atau saran dari saya, ya semoga saja bermanfaat.
Jika kalain mau ke puncak Sindoro jangan lupa bawa baju cadangan setidaknya kaus, karena bau kawah yang menyengat akan meresap pada baju yang kalian pakai. Walaupun nantinya sudah dicuci kalau baaru sekali belum apa-apa, setalah 7 kali cuci baunya baru bisa hilang.

Itulah mengapa kalian harus bawa pakaian cadangan kalau mau menelusuri pinggiran kawah gunung Sindoro.
Fakta - Fakta Gunung Sumbing yang Harus Diketahui Para Pendaki

Fakta - Fakta Gunung Sumbing yang Harus Diketahui Para Pendaki

Setiap gunung pasti memiliki fakta menarik tersendiri termasuk gunung Sumbing yang akan kita bahas kali ini. Seperti halnya fakta tentang gunung Merbabu yang memiliki fakta banyak ditemukan bunga Edelwiss, terdapat tiga puncak utama, dan lainnya. Demikian pula dengan gunung Sumbing, bagi kalian para pendaki yang baru berencana mau kesana mungkin masih penasaran, untuk itu kalian harus tahu apa saja yang ada disana.

Berbicara mengenai fakta-fakta gunung, kita tahu khususnya para pencinta mendaki bahwa setiap gunung pasti memiliki kisah misteri tersendiri. Gunung Sumbing termasuk salah satunya dan bahkan bisa kita bilang memiliki cerita misteri paling fenomenal oleh pendaki Wonosobo. Setelah melakukan perjalanan ke sana, setidaknya kami telah memperoleh beberapa fakta mengenai gunung Sumbing yang bisa kalian simak berikut ini.

puncak gunung sumbing

1. Gunung Sumbing itu Terletak di 3 Kabupaten
Sumbing masuk dalam urutan ke tiga sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa, yakni setelah gunung Smeru dan Gunung Slamet. Memiliki ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut menjadikan gunung Sumbing menduduki posisi gunung tertinggi ke 2 di Jawa Tengah setelah gunung Slamet.

Gunung ini secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Mengenai lokasi, sebagai pendaki tentunya ingin mengetahui rute manakah yang paling favorit diminati oleh para pendaki untuk sampai ke puncaknya? Jwabannya ada di fakta gunung sumbing yang ke dua.

2. Jalur Fovorit Pendakian Gunung Sumbing via Garung Reco (Wonosobo)
Alasan utama kenapa ini menjadi jalur paling ramai dilalui adalah bahwa Basecamp Gunung Sumbing via Garung cukup mudah ditemukan karena lokasinya yang berada di samping jalan, jika kamu dari Semarang dan Sekitarnya bisa melalui jalur Sumowono-Temanggung-Wonosobo, tepat setelah perbatasan Temanggung dan Wonosobo terdapat jalur ke kiri dengan papan petunjuk “Basecamp Garung Gunung Sumbing”.

Tak heran jika lewat jalur ini selalu rame apalagi malam tahun baru, pokoknya kamu gak bakalan kesepian deh. Jalur Gunung Sumbing via Garung terbilang cukup sulit karena menanjak terus, jadi saran dari kami persiapkan fisikmu terlebih dahulu sebelum mulai mendaki.

3. Ada 5 Jalur Resmi Pendakian Gunung Sumbing
Memang suatu saat nanti seiring berjalannya waktu jalur pendakian setiap gunung bisa saja mengalami perubahan baik bertambah atau sebaliknya. Ada 5 jalur resmi pendakian gunung Sumbing ini berdasarkan informasi tahun 2017.

Selain melalui Garung Reco, kabupaten Wonosobo yang telah kami sebit tadi, empat  jalur lainnya meliputi Cepit Parakan, Mangli Kaliangkrik, Bawongso, dan Sipetung (kab. Temanggung).

4. Di Gunung Sumbing Terdapat Pasar Setan
Dibilang mitos, memang cerita misteri itu mitos, tapi dibilang fakta memang sudah banyak pendaki gunung Sumbing yang menjumpainya. Jadi fenomena “pasar setan” ini tidak hanya terjasdi di gunung Sumbing saja, gunung lainnya seperti Merbabu dan Slamet juga ada.

Mengenai hal ini pastinya ada yang percaya dan ada yang tidak semua tergantung keyakinan masing-masing. Jadi penjelasannya kejadian semacam ini dikarenakan adanya pasar di gunung namun tidak kelihatan melainkan hanya suara seperti halnya suasana karamaian pasar dan hanya beberapa orang pendaki saja yang biasanya akan menjumpai fenomena tersebut.

"Pasar Setan" di Gunung Sumbing berada sebelum Pasar Watu.  Konon, letaknya di jalur yang terjal dan berpasir setalah kita melewati pos 3.

Terkait hal misterius, selain hal ini di Gunung Sumbing juga memiliki kisah mistri lainnya seperti ada sekumpulan orang berjubah putih, hantu pertapa, raksasa hitam penunggu pintu masuk gunung.

Dari kalian semua tentu ada yang percaya dan tidak itu sudah wajar karena setiap orang memiliki keyakinan masing-masing namun intinya bukan itu. Terkait adanya hal misterius tersebut, sebenarnya tujuannya hanya satu, agar manusia tidak merusak alam melainkan menjaganya supaya alam digunung yang diciptakan dengan keindahannya tidak rusak.
7 Tempat Wisata Pantai di Jepara Paling Hits

7 Tempat Wisata Pantai di Jepara Paling Hits

Jepara merupakan sebuah daerah yang berada di Provinsi Jawa Tengah, selain terkenal dengan seorang tokoh pahlawan Nasional R.A Kartini, Jepera juga memiliki tempat destinasi wisata pantai yang hits dan populer. Jika kalian pernah kesana, mungkin tahu atau dengan sebuah nama pantai Karimun Jawa.

Berlibur ke pantai menjadi wisata yang sangat mengasyikan, selain pemandangan yang indah kita juga bermain di pasir ataupun berenang di air laut yang ombaknya tidak besar. Jadi tak heran liburan ke pantai tentu banyak yang menyukainya baik itu wisatawan lokal maupun asing.

Kalau kalian hendak ke Jepara rasanya kurang afdhol jika belum mengunjungi salah satu wisata pantai paling hits yang ada disana. Tapi setidaknya kalian sudah tahu nama pantai, lokasi dan fasilitasnya terlebih dahulu. Berikut 7 tempat wisata pantai paling hits di Jepara.


1. Pantai Kartini
 

pantai di jepara paling populer
 

Pantai ini merupakan salah satu pantai paling terkenal di Kabupaten Jepara. Kita bisa mengunjungi Pantai Kartini ini dengan hanya menempuh perjalanan darat sekitar 2.5 km kalau dari Kantor Bupati Jepara. Pantai Kartini yang lumayan ramai dikunjungi oleh masyarakat setiap harinya juga tersedia berbagai wahana permainan yang dibangun untuk mendukung kegiatan wisata disana.

2. Pantai Karimun Jawa

pantai karimun jawa


Karimun Jawa merupakan kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Supaya dapat sampai ke pantai Karimun Jawa, maka para wisatawan lokal maupun asing perlu menempuh perjalanan sejauh 83 kilometer dari kota di Jepara. Sesampai disana selain dapat pemandangan yang eksotis, berbagai aktivitas liburan dapat dilakukan seperti diving, snorkeling, berenang, atau kalian hanya ingin menyusuri pesisir pantai juga silahkan.

3. Pantai Pailus
 

Pantai Pailus berlokasi di sebuah Desa bernama Karanggondan, Kecamatan Mlonggo. Sebuah Kawasan Pantai Pailus yang terdiri dari hamparan pasir dengan warna putih bersih dan suasananya cukup tenang. Masih sangat terjaga keasriannya sehingga sangat cocok buat dikunjungi bagi anda dan anak-anak sekeluarga maupun bareng sahabat.

4. Pantai Bandengan
Pantai Bandengan  atau ada juga yang menyebuat sebagai pantai Pantai Tirto Samodra, tempatnya tidak jauh dari pusat Kota Jepara dengan jarak tempuhnya sekitar 7 kilometer. Di Pantai Bandengan jua memiliki jenis berwarna putih bersih seperti di pantai Pailus dan air lautnya berwarna kebiruan. Ombaknya yang tenang serta angin tidak begitu kencang, maka pada hari-hari tertentu Bandengan dijadikan tempat festival layang-layang.

5. Pantai Pulau Panjang
 

Berikutnya sebuah pantai yang berada di sebuah pulau bernama Pulau Panjang, Pulau dengan luas sekitar 19 hektare ini berjarak 2.5 kilometer dari Pantai Kartini, Jepara. Air lautnya sangat jernih, ombaknya tenang, laut dangkal di sekelilingnya, dasar terumbu karang serta pasir yang putih, Pulau Panjang menjadi tempat wisata air yang menarik dan hits.

6. Pantai Blebak
 

Pantai Blebak ini juga memiliki suasana yang tenang karena belum begitu banyak dikunjungi. Sehingga bisa dipertimbangkan sekali menjadi destinasi wisata pantai pilihan bagi para pengunjung yang suka dengan suasana tenang juga tidak banyak orang. Untuk lokasinya, pantai Blebek memang  cukup jauh dari pusat Kota Jepara. Akan tetapi tak masalah asalkan kalian sudah niat dengan bekal dana yang mencukupi.

7. Pantai Pungkruk
 

Ke tujuh ada Pantai Pungkruk yang berlokasi di Desa Mojorejo, Kecamatan Mlongo, dengan menempuh jarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Jepara kita sudah sampai sidana. Bagi kalian yang suka dengan wisata kuliner sambil main ke pantai, Pungkruk dikenal sebagai tempat untuk berburu makanan seafood yang nikmat. Kita bisa mendapatkannya dengan mudah, karena di sekitar pantai terdapat banyak warung makan yang berdiri di atas air.


Selain menikmasi masakan laut, disana juga ada fasilitas becak air untuk kalian pake sewa berkeliling sekitar pantai Pungkruk, pokoknya seru banget kalau liburan di sana bareng keluarga. Rencanakan sekarang juga Guys!

Nah itu dia 7 destinasi wisata pantai di Jepara yang mesti kalian kunjungi salah satu atau beberapa. Semoga informasi yang telah kami sampaikan ini memberi manfaat buat kalian yang lagi mencari tempat liburan ke pantai. Oh iya baca juga 7 Tips Traveling dengan Budget Pas-Pasan.
Cerita Mendaki Gunung Slamet 3428 Mdpl

Cerita Mendaki Gunung Slamet 3428 Mdpl


Mendaki gunung bagi kami adalah suatu hal yang menyenangkan, selain melepas rasa penat dengan aktivitas rutin bekerja sehari-hari. Di gunung kita bisa merasa lebih dekat dengan alam dan juga sang Maha Pencipta Allah S.W.T. Kali ini kami melakoni perjalanan ke sebuah gunung tertinggi di Jawa Tengah.

Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3428 meter diatas permukaan laut (Mdpl)  ini merupakan rajanya gunung Jawa Tengah, salah satu impian kami dari kecil adalah bisa sampai ke puncaknya   Bagaimana tidak, gunung Slamet ini lokasinya ada di beberapa  kabupaten, salah satunya Kabupaten Purbalingga, yang mana Purbalingga ini deket sekali sama Wonosobo, dan Wonosobo adalah kota kelahiran kami.

Kalau dilihat dari tempat kami berteduh, gunung Slamet  ada di depan mata selama 17 tahun kami hidup di kampung. Akan tetapi, belum pernah sekalipun kami manjat gunung ini. Untuk menghilangkan rasa penesaran, maka kami memutuskan untuk memanjat gunung Slamet.

Hingga akhirnya, cita-cita kami terwujud juga di akhir awal Oktober kemarin.
Kali ini kami mendaki  hanya bertiga bareng sama temen saya yang bernama Adit dan Jarwo, ternyata di basecamp bertume dua orang pendaki asal Jogja yang bernama bang Ibnu dan satunya kami lupa namanya, hahaha namuanya juga manusia. Yang namanya manjat sama mereka, hampir dipastikan dari awal sampai akhir ada aja dramanya, namun disini tidak  mau cerita drama itu, biarkan itu semua menjadi rahasia kita, lagian nanti ceritanya tambah kepanjangan.

Nah kita cerita  langsung dari basecamp Bambangan di Purbalingga. Sampai disana langsung bertemu banyak banget orang, saya langsung lemes danan males. Ternyata gunung Slamet sudah serame Gunung prau Dieng, ini mungkin efek karena baru dibuka.

Usai persiapan, daftar  Simaksi, meli makanan buat di perjalanan, akhirnya, kami bisa menjejakkan langkah ke Gunung Slamet. Dalam hari  merasa, ini gunung bakalan keren banget!

Jalur pendakian awal didominasi ladang penduduk, banyak banget sayur mayuran kanan kiri jalan. Bahkan ada tomat merah-merah menjuntai dari rantingnya, goyang-goyang terkena sapuan lembut angin.

Lupakan tomat dan sayuran tadi. Saatnya melangkah lagi dengan penuh semangat. Semakin ke atas, jalur pendakian gunung Slamet dibilang makin sialan. Ini gunung beneran tidak punya belas kasihan. Dari awal, kami sudah manjat ada kali 45 derajat Intinya bikin pinggang lecet. Padahal belum sampe pos satu. Yang paling kami benci lagi adalah debunya tebel banget.

Sesampai di pos 1, ada warung gorengan, semangka, kopi,  camilan, semua ada. Jangan sedih, pedagang ini akan terus ada bahkan sampai pos 5. pokokna Dimana ada kerumunan, di sana ada pedagang. Yah, mau gimana lagi, namanya juga cari nafkah. Mungkin yang kami sebel adalah, dengan adanya pedagang-pedangang ini, gunung jadi gak begitu menantang lagi. Juga sampah ada dimana-mana sampah ini memang selalu jadi momok yang menyebalkan.

Tentang jalur tidak ada ampun banget dari bawah sampe atas semua hampir sama nanjaknya. Di gunung Slamet kita bener-bener mendaki. Tanpa ampun, dari basecamp sampe pos 1 kita hitung sejam lebih. Pos 1 sampe pos 2 bisa dua jam. Pos 2 sampe pos 3 bisa sejam lebih. Pos 3 sampe pos 4 mungkin cuma setengah jam. Pos 4 sampe pos lima juga cuma setengah jam.

kami yang lebih banyak berhenti baru sampe pos 4 aja jam 4 sore. Padahal jalan dari basecamp jam 10 pagi. Perkiraan bisa sampai pos 5 seharusnya jam 5 sore. Tapi apa daya, jalur pendakian, debu yang terbang kemana-mana, sama ritme jalan  bikin waktu mulur jadi lumayan lama.

Waktu sampai di Pos 4 alias Samarantu alias pos terkenal dengan angkernya ini, kami udah lelah, kepayahan. Rasanya sudah ingin nyerah aja dan mau ngecamp di sini, karena sebenernya pos yang ideal banget buat nancapkan tenda. Karena ingat akan mistisnya ini gunung masih kentel banget, dan pos 4 Samarantu ini merupakan pusatnya, jadi kami putuskan lanjut naik mencari lokasi lain.

Akhirnya kami jalan terus dan nemu pos 5 ternyata sudah penuh, akhirnya ngesot lagi nyampe pos 6, eh ternyata penuh juga. Terpaksa kami jalan lagi menuju pos 7 ahirnya kami dapet tempat kemping tepat diatas pos 7 ditempat yang lumayan bagus.

Meskipun sepanjang pendakian panas sekali dan berkeringat basah, sampe malem pun masih terasa panas, tetapi begitu ngecamp jadi dingin menggigil banget. Alhasil kami hanya langsung mapan tidur ngelingker pake baju dobel, sleeping bag, dan kaos kaki dobel.

Pendakian kami lanjutkan jam setengah empar pagi. Menuju puncak. Tanpa bawa apa-apa kecuali kamera, makanan, dan minuman. Karena kami lagi pengen banget ngeliat sunrise, ane harus lebih buru-buru manjat.

Pendakian seakan tanpa henti ini ane lanjutkan. Makin ke atas makin kacau jalanannya. Kacau pertama, karena memang  jalurnya nanjak abis. Kacau kedua, tenda dibangun dimana-mana, pas di pos 8 saja kami harus muter-muter mencari jalan karena tenda dipatok di tengah-tengah jalur. Kacau ketiga, banyak banget api unggun. Menang dingin, dingin banget, tapi api unggun inilah perkara utama kebakaran di tengah-tengah musim kering yang melanda gunung-gunung. Aah, semoga mereka yang buat api unggun  tidak lupa matikan apinya.

Melanjutkan mendaki. Tau-tau kami sudah sampe di lokasi pendakian penuh bebatuana yang kelihatanya mudah rontok. Pokoknya jalur  sudah nanjak sekali. Artinya, ini kami sudah mau sampai puncak. Tapi dibelakang kami udah muncul semburat cahaya sunrise dan kami segera sampai ke puncak sebelum kehabisan moment.


Yuk lanjut Baca juga : Tips Mendaki Gunung Slamet Saat Musim Hujan