Apa Itu Protokol 3M Serta Penerapan di Kehidupan Sehari-Hari

Di masa pandemi seperti saat ini, beberapa batasan diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari.  Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko penyebaran virus COVID-19 yang sedang merebak. Batasan-batasan ini biasa juga disebut dengan istilah protokol 3M.

Apa Itu Protokol 3M?

Protokol 3M menjadi istilah yang hangat dibicarakan di era new normal seperti saat ini. 3M merupakan perilaku disiplin yang perlu dilakukan selama masa pandemi Covid-19. 3 perilaku tersebut di antaranya:

1. Mencuci tangan
2. Memakai masker
3. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan

Bagaimana Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari?

Protokol 3M saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perilaku 3M termasuk bagian dari kampanye #ingatpesanibu yang terus digaungkan di berbagai media. Anjuran penerapan perilaku ini kini menjadi aturan baru yang perlu dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

Anjuran 3M kemudian disempurnakan dengan gerakan 5M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, memakai masker, dan mengurangi mobilitas.

1. Mencuci Tangan


penerapan protokol 3m
 

Mencuci tangan setelah bepergian keluar menjadi kebiasaan yang perlu dinormalisasi. Karena tangan bisa menjadi jembatan masuknya virus ke dalam tubuh. Cuci tangan merupakan hal yang terbilang sepele, namun perlu dilakukan secara tepat.

Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang benar sesuai anjuran KEMENKES.

  • Basahi tangan menggunakan air bersih yang mengalir
  • Gunakan sabun pencuci tangan, gosok bagian telapak tangan, punggung tangan, dan sela-sela jari
  • Bersihkan pula bagian bawah kuku
  • Bilas dengan air bersih yang mengalir
  • Keringkan tangan dengan tisu/handuk bersih/diangin-anginkan


2. Memakai Masker

 

memakai masker

Masker berfungsi untuk melindungi saluran pernapasan dari debu dan virus yang ada di udara. Tersedia berbagai macam masker di pasaran, mulai dari yang sekali pakai sampai yang dapat digunakan berulang.

Anda perlu tahu, bagaimana memilih dan menggunakan masker dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. Berikut cara memilih jenis masker yang tepat sesuai fungsinya.

a. Masker Medis Sekali Pakai

Jenis masker ini pernah mengalami kelangkaan di pasaran saat masa awal pandemi COVID. Namun sekarang, masker medis sudah sangat mudah ditemui. Masker ini memiliki kawat pada bagian hidung untuk memastikan tidak ada celah.

Saat menggunakan masker jenis ini, pastikan ukurannya sudah sesuai dengan wajah Anda. Gunakan dengan tangan yang sudah bersih. Efektifitas masker ini hanya selama 3-4 jam pemakaian. Setelah digunakan, jangan lupa gunting masker terlebih dahulu sebelum dibuang.

b. Masker Kain

Masker kain menjadi salah satu pilihan di samping penggunaan masker medis yang dapat menghasilkan limbah. Pilihlah masker kain dengan serat kain yang rapat agar penggunaannya lebih efektif.

Namun, di masa perkembangan virus COVID varian delta seperti saat ini, dianjurkan untuk menggunakan double masker. Gunakan masker medis di bagian dalam dan masker kain di bagian luar untuk proteksi ekstra.

3. Menjaga Jarak


Perilaku protokol 3M yang terakhir adalah menjauhi kerumunan dengan cara menjaga jarak. Menjaga jarak ini dikenal juga dengan istilah physical distancing. Sebuah studi menyebutkan, bahwa menjaga jarak merupakan salah satu langkah yang efektif untuk menghindari risiko penularan virus. 

 

Baca juga : Mengenal Istilah Lockdown, Social Distrancing, dan Isolasi

Kondisi kerumunan memiliki potensi yang besar dalam penularan virus ini. Maka perlu diberlakukan aturan pembatasan sosial untuk menghindari risiko tersebut. Kerumunan yang ada di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penularan.

Diperlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir. Pemberlakuan aturan mengenai protokol kesehatan Covid-19 ini tidak lain bertujuan untuk menekan penyebaran virus mematikan ini.

Add Comments


EmoticonEmoticon