7+ Pantun Tentang Batik super Keren

7+ Pantun Tentang Batik super Keren

pantun tentang batik
Pantun tentang batik, sebelum itu Admin mau cerita dulu nih bahwa batik merupakan Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sehingga tanngal 2 Oktober ditetapkan sebagi Hari Batik Nasional. Sebagai orang Indonesia tentunya harus bangga dengan budaya kita sendiri yang perlu dilestarikan.

Dulu juga sempat ramai Batik diklaim dan diakui oleh negara lain tentunya kita tak ingin itu terulang kembali. Sekarang bulan September dan sebentar lagi Oktober, nah sebelum Hari Batik Nasional kami akan berbagi beberapa pantun tentang batik yang sangat menarik, bisa untuk promosi batik, atau pantun untuk status di media sosial.

Berisikan mulai dari pantun batik tentang nasionalisme hingga pantun batik berisi gombalan cinta.

Pantun Tentang Batik


Satu nusa
Satu bangsa
Apabila bangga jadi orang Indonesia
Jangan malu berbaik dimana saja

Tadi siang mendapat sekantong plastic
Isinya pisang goreng dan gula aren
Sudah banyak orang memakai batik
Waw keren…

Sungguh segar hidup di desa
Udara dihirup sejuk terasa
Sudah diakui seluruh dunia
Keelokan batik sudah bukan rahasia

Pergi ke kebun memetic bunga
Mari budayakan batik Indonesia

Ke Pulau Bali wisata bahari
Pulangnya ke pulau Jawa
Batik cocok dipakai sehari hari
Niscaya tampil berwibawa

Makan siang dengan bistik
Kemudian ditutup dengan brownies
Keren dah kalau pakai batik
Agar jadi terlihat manis

Pergi ke rimba mencari kayu
Manga orang janganlah dipetik
Hai kau yang tampan dan ayu
Makin kece kalau terbalut batik

Jalan-jalan bawa itik
Janganlah lupa makan brownis
Aku suka memakai batik
Agar aku terlihat manis

 

Baju batik indah warnanya
Kamu cantik siapa yang punya 


Ke pasar pakai baju batik
Batik kotor kena jamu
Setinggi-tingginya harga batu akik
Masih tinggian cintaku padamu

 

Bermacam budaya bermacam etnik
Satu diantaranya negara kutai
Walaupun di Malaysia juga ada batik
Batik Indonesialah yang kupakai

Maju mundur bersua daku
Si gadis manis berbatik jingga
Jangan sampai malu wahai saudaraku
Menggunakan baju kebanggaan Indonesia



Demikian kumpulan pantun tentang baju batik di atas, semoga kamu dapat inspirasi lagu buat pantun tentang batik yang lebih keren. Jika iya, berbagi dong melalui komentar.

Curahan Hati Peserta Program Kartu Prakerja yang Ditagih Emaknya

Curahan Hati Peserta Program Kartu Prakerja yang Ditagih Emaknya

curhatan anak emak
 

Sebagai salah satu orang yang ikut pendaftaran Kartu Prakerja, Admin terus pantau info tentang Prakerja melalui grup di Facebook. Kabarnya sekarang per tanggal 19 September sudah memasuki gelombang ke-9 dan dapat kabar lagi kalau program ini hanya akan sampai gelombang 10.


Sembari menunggu info yang pasti dari pemerintah, tak sengaja Admin melihat salah seorang anggota di grup Diskusi Kartu Prakerja yang curhat tentang dirinya ditagih emak karena mengharapkan dana insentif. Entah ini nyata atau hanya sekedar karangan cerita mari kita simak bersama.


Sebelumnya kami infokan dahulu orang yang berbagi curhatan ini memiliki nama akun facebook Tiana Dini Asarbi.


Gini amat ya nasib, curhat dikit dibalik saya daftar prakerja. Emak saya ngomel mulu mana gak mau ngalah. kira2 begini percakapannya dibaca


Mak : mana katanya tanpa prakerja
Aku : sabar ma ini baru mau masukin rekeing. saya kan gaptek 1 hr
Mak : prakerja gk bisa bisa huu. mana duitnya jel
Aku : sabar mak ini lg pelatihan ( saya gagal 3 kali ke 4 lgsg berhasil tp emakku ngomel mulu akibat saya belum bekerja )
Aku : mak alhamdulillah intesifku udh keluar
Mak : keluar tok duutnya mana gak cair
sabar ya allah. Sabarkan aku
Aku : Ya nanti ma tgl sekian di proses emangnya gampang apa mak. harusnya bersyukur nih aku dapet beruntung ( dalam hati aslinya aku diem )


sebenernya alasan mama aku marah, aku baru resign dari kerjaan. Aku bisa dibilang bolak balik berhenti kerja terakhir aku kerja cuma 3 hari padahal bisa dibilang itu perusahaan bagus di kota aku. Mamaku marah, ngatain aku. sakitnya masyaAllah.


Sekarang aku daftar kerja di salah satu RS lewat saudaraku. Sayangnya ini gak jelas banget diundur2 mulu jadwal wawancara katanya cuma wawancara formalitas, puncaknya tadi emak gue marah2 ngatain gue. Emak gak sadar apa mental gue down banget. Sabar ya Allah, udah aku coba alus2sin ini nanti dapat duit prakerja malah masih marah. Gw berharap duit prakerja cair dan gw cepet kerja biar emak kagak marahin gue lagi.


Terus yang mau gw tanyakan itu beneran cair enggak duitnya sih? gw takut yakin dikira php ke emak gw . Gw gak siap nerima omongan pedasnya. (Selesai…)


Tentu setelah mucul curhatan itu langsung anggota lain pada memberikan komentar dengan berbagai saran dan berbagi opini netizen.


Ada salah satu anggota bernama Fia Puspitasari, menurut Admin kalimatnya menarik, begini isi komtar darinya.


"Sbnrnya kmrn ga usah bilang mslh pra kerja, blg lolos pra kerjanya pas insentifnya sudah cair. Kalau cair tepat waktu sih gpp, lhaa kalau terkendala spt yg udah2 lalu re schedule nanti diomelin lagi.

Tp gpp emak masih ngomel artinya alhamdulillah emaknya msh sehat wal afiat, masih peduli daripada ga ada suara emak yang bisa didengar setiap harinya entah sakit/udah almarhumah. Disyukuri aja, omelan emak itu indah...
"

 

Baca juga : Cara Mendapatkan Update Dibukanya Gelombang Kartu Prakerja

Asal Usul Nama Pulau Lombok dan Suku Sasak

Asal Usul Nama Pulau Lombok dan Suku Sasak

asal susul pulau lombok dan suku sasak
 

Sudah pernahkah kalian ke pulau Lombok, berwisata misalnya. Mirip dengan bali, disana ada wisata pantai yang indah, wisata Budaya, Gunung Rinjani dan masih banyak lagi. Tapi bukan itu yang akan kita bahas kali ini, jika kamu pernah ke sana tahukan asal usul pulau Lombok dan suku yang ada di pulau tersebut. Ya betul sekali namanya adalah suku Sasak.


Lombok merupakan nama sebuah pulau yang kini menjadi salah satu bagian dari provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau yang lain adalah Pulau Sumbawa. Pulau Lombok termasuk pulau kecil di kepulauan Nusantara, namun bagi provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu pulau yang besar. Pulau Lombok luasnya sepertiga dari luas Pulau Sumbawa. Namun, penduduk Nusa Tenggara Barat yang berjumlah lebih dari tiga juta, dua pertiganya tinggal di Pulau Lombok. Hal tersebut terjadi karena Pulau Lombok lebih subur dari Pulau Sumbawa. Penduduk Pulau Lombok adalah orang suku Sasak, mereka mayoritas pemeluk agama Islam.


Lombok dan Sasak adalah dua nama yang tidak bisa dipisahkan. Nama Lombok untuk sebutan pulaunya, nama Sasak untuk sebutan suku bangsanya. Lombok berasal dari bahasa Sasak; “lomboq,” yang artinya “lurus”. Sasak sebenarnya berasal dari “sak-sak” yang artinya “perahu bercadik”.


Akan tetapi, banyak orang yang salah mengerti. Lombok diartikan “cabe” sehingga ada yang mengartikan pulau Lombok sebagai “pulau pedas”. Padahal cabe dalam bahasa Sasak adalah “sebia” (dibaca “sebie”)

 

Cerita di bawah ini akan menjelaskan asal usul mengapa disebut Lombok dan Sasak.


Nama Lombok dalam berbagai cerita lisan maupun tertulis dalam takepan lontar adalah salah satu nama dari Pulau Lombok. Nama lain yang sering disebut adalah pulau “Meneng” yang berarti “sepi”. Ada yang menyebut “Gumi Sasak”, ada yang menyebut “Gumi (bumi) Selaparang”, sesuai dengan nama salah satu kerajaan yang terkenal di Lombok pada zaman dulu, yaitu kerajaan Selaparang.


Pulau Lombok sejak zaman kerajaan Majapahit sudah terkenal. Hal ini terbukti dengan disebutnya dalam buku Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca. Negarakertagama ditemukan juga di Lombok.


Legenda masyarakat Sasak menceritakan bahwa pada zaman dahulu kala, kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Pramudawardhani yang kawin dengan Rakai Pikatan. Konon sang Permaisuri adalah seorang ahli pemerintahan, sedangkan sang suami ahli peperangan. Kekuasaannya ke barat sampai ke Pulau Sumatra, ke timur sampai ke Pulau Flores. Ketika itulah banyak rakyat Mataram pergi berlayar ke arah timur melalui Laut Jawa menggunakan perahu bercadik.


Tujuan mereka berlayar tidak diketahui secara pasti. Apakah untuk memperluas kekuasaan atau menghindari kerja berat, karena pada saat itu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Kalasan sedang dibangun oleh sang raja.


Demikianlah mereka berlayar lurus ke timur dan mendarat di sebuah pelabuhan. Pelabuhan itu diberi nama Lomboq (lurus), untuk mengenang perjalanan panjang.


Mereka lurus ke timur tersebut. Selanjutnya, Lomboq kini tidak hanya menjadi nama pelabuhan tempat perahu itu mendarat, tetapi juga menjadi nama pulau Lomboq yang kemudian berubah menjadi Lombok. Mereka berlayar menggunakan perahu bercadik yang disebut “sak-sak”, dan jadilah mereka dinamakan orang Sak-Sak yang berarti orang yang datang menggunakan perahu. Kemudian, mereka membaur dengan penduduk asli. 


Pada waktu itu, di Pulau Lombok telah ada kerajaan yang disebut kerajaan Kedarao (mungkin sekarang Sembalun dan Sambelia). Mereka kemudian mendirikan kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang. Kerajaan Lombok menjadi besar, berkembang dalam lima abad, hingga dikenal di seluruh Nusantara, sebagai pelabuhan yang dikunjungi oleh para pedagang dari Tuban, Gresik, Makasar, Banjarmasin, Ternate, Tidore, bahkan Malaka. Jika datang ke Lombok, orang Malaka membeli beras, tarum, dan kayu sepang.


Kerajaan Lombok kemudian dikalahkan oleh kerajaan Majapahit. Raja dan permaisurinya lari ke gunung dan mendirikan kerajaan baru Yang diberi nama Watuparang yang kemudian terkenal dengan nama kerajaan Selaparang.


Kapan nama Lomboq berubah menjadi Lombok, dan nama Sak-Sak berubah menjadi Sasak tidak diketahui secara pasti. Yang jelas sekarang pulaunya terkenal dengan nama Pulau Lombok dan suku bangsanya terkenal dengan nama suku Sasak. Nama Selaparang kini diabadikan menjadi nama sebuah jalan protokol dan nama bandara udara di Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat.


Itulah Asal Usul Nama Pulau Lombok dan Suku Sasak, semoga menambah ilmu pengetahuan untuk Anda semua.
 

Kumpulan Cerita Humor Lucu Tentang Anak Sekolah yang Bandel

Kumpulan Cerita Humor Lucu Tentang Anak Sekolah yang Bandel

humor lucu anak sekolah
Di episode sebelumnya kami telah berbagi cerita humor lucu tentang Suami Istri yang mudah-mudahan bisa mengurangi penat aktivitas sehari-hari. Kita akan lanjut lagi dengan kumpulan cerita lucu baru semoga dapat membangkitkan mod dari susasana hati yang sedang hampa, humor baru kali ini bertemakan tentang anak sekolah yang bandel.


Ada banyak cerpen lucu dari berbagai macam cerita, disini telah kami kumpulkan dan rangkum cerita humor lucu tentang anak sekolah yang bandel. Semoga cerita didalamnya dapat sedikit memberi hiburan untuk Anda semua. 


Kisah dalam cerita hanyalah untuk hiburan semata, jika ada nama tokoh dan tempat yang sama mungkin hanya kebetulan, baiklan langsung saja simak berikut ini:


Pertanyaan TTS untuk Pak Guru


Pak guru merasa heran dengan seorang muridnya yang bernama Agus. Sejak pelajaran dimulai, Agus selalu banyak bertanya tentang bermacam-macam hal. Padahal, biasanya dia termasuk murid yang kurang aktif. Setelah pelajaran selesai, Pak Guru bertanya kepada Agus,


"Apakah sudah jelas dengan apa jawaban bapak tadi, Gus..?"
"Sudah Pak.Mudah-mudahan saya dapat hadiahnya ya pak..!"
"Hadiah, hadiah apa..?"
"Jawaban bapak tadi akan saya kirimkan ke redaksi TTS."
"Dasar murid nakal...!!! Rupanya sejak tadi kau bertanya untuk mengisi TTS,ya...!!!"


Anak Paud yang Polos


Disebuah playgroup, si kecil bernama Rini bercerita kepada ibu gurunya dengan nada suara yang cadel dan polos.

"Tadi malam ayah tidur dengan caya."
Ucap si kecil Rini pada gurunya.
"Bukan, yang benar itu tadi malam ayah tidur dengan saya."
Kata bu guru yang membetulkan ucapan Rini.
"Lho..! Ibu tidur dengan ayah juga..? Sebelum caya atau sesudah caya tidur..?
Tanya Rini balik pada gurunya seperti kebingungan.

Rumus Fisika Di Buku Pak Guru


Ada seorang murid bernama Tumin. Dia pintar semua pelajaran, kecuali pelajaran Fisika.
Sehingga pada pelajaran itu seringkali dia diberi pertanyaan, saat itu sedang pelajaran Fisika,


Guru :"Min, apa arti F, R, C dan K..?"
Tumin : (Setelah berpikir agak lama,"tidak tahu pak..."
Guru :"Dasar bodoh..!! itu artinya Farenheit, Celcius, Reamur, dan Kelvin."
Tumin :"Kok bisa?"
Guru :"Lihat saja buku paketmu!!"
Murid-murid :"huuuuuuuuu..."


Mulai hari itu Tumin berencana untuk balas dendam. Suatu hari waktu membaca buku p*rn* milik Pak guru yang sedang dia sembunyikan, Tumin akhirnya dapat ide,
"Siiip...,kebetulan besok ada pelajaran Fisika..!!"

Keesokan harinya,

Tumin :"Pak, bapak kan sering memberi pertanyaan kepada saya, sekarang gantian saya yang memberi pertanyaan.!!"
Guru :"Siapa takut..!"
Tumin :"Tolong jabarkan (A-AH)(DI/CosA)(IX)(-TA)(2X)"
Guru :"Memangnya itu rumus apaan..??"
Tumin :"Bapak gak tau kan..???"
Guru :"(menggelengkan kepala)
Tumin :"Itu sih kecil...Rumus itu penjabarannya AminAH DIperCosA 1X MinTA 2X"
Guru :"Kok bisa..??"
Tumin :"Lihat aja di buku p*rn* milik bapak..!!"
Guru :"GEEEEEERRRR..!!!!!!"

Ketahuan Nyontek saat Ujian


Setelah ujian nasional berakhir, Orang tua Tono dipanggil oleh Kepala Sekolah, Karena si Tono dicurigai telah mencontek jawaban si Tina.


Kepala Sekolah : "Pak tolong Tono dididik agar tidak suka mencontek saat ujian. Ini Tono mencontek jawaban si Tina"
Ortu Tono : "Anak saya itu pintar, ga pernah mencontek sama sekali, Mana buktinya, Bapak jangan mengada-ada"
Kepala Sekolah : "Ini buktinya, soal nomer 1, siapa pahlawan dari aceh? Tina menjawab Cut Nyak Dien dan Tono menjawab sama."
Ortu Tono : "Ah itukan memang jawabannya yang sama"
Kepala Sekolah : "Tapi di soal nomor 2, Siapa yang membunuh Ken Arok? Tina menjawab "Tidak tahu" dan Tono menjawab "Apalagi gue, Nggak tau sama sekali""
Ortu Tono : "#@#$%!@("??


BONUS


Cara Cerdas Untung Taruhan


Seorang wanita tua masuk ke Bank Indonesia (BI) dengan sekoper uang. Ia membujuk supaya dipertemukan dengan Gubernur BI. “Saya akan buka rekening. Uang yang akan saya simpan sangat-sangat besar,” katanya. Semula staf bank ragu, tapi akhirnya membawa wanita tua ini ke ruangan Gubernur BI.


Sang gubernur bertanya, berapa banyak uang yang akan disimpan. “Rp. 1 milyar,” jawab wanita itu sambil meletakkan koper uang di meja. Sang gubernur bank penasaran, “Maaf, ibu saya agak terkejut. Dari mana ibu dapatkan uang tunai sebanyak ini?”


“Saya menang tebak-tebakan!”
“Baik, menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?” sang gubernur penasaran.
“Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!”
“Hah…!” Gubernur BI tergelak. “Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar. Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu,” ujarnya yakin.
“Ok, mau taruhan dengan saya?” tantang si wanita tua.
“Siapa takut?, ” jawab gubernur. “Saya bertaruh Rp. 50 juta, karena saya tahu telur saya tidak kotak!”
“Ok, ini menyangkut uang gedhe. Bisa saya ajak pengacara ke sini besok jam 10 pagi, sebagai saksi?” tanya wanita tua.
“Tentu saja,” ujar Gubernur BI mantap.


Malam harinya, ia gelisah. Ia lalu berdiri telanjang di depan cermin. Dia raba-raba telurnya, lalu bergerak ke kiri ke kanan berulang-ulang, memastikan telurnya tidak kotak. Sampai larut malam, akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak kotak. Maka ia yakin besok bakal menang taruhan.


Tepat jam 10:00 pagi, wanita tua itu datang dengan pengacara ternama, Bang Hotman. Setelah memperkenalkan pengacara asal Batak itu, ia mengulang kesepakatan kemarin, “Rp. 50 juta untuk tebakan telur burungmu yang kotak?”, kata si Nenek. Gubernur BI pun setuju.


Setelahnya, wanita tua itu meminta presdir (president director) buka celananya supaya semua bisa melihat bentuk telurnya. Kontan, Gubernur BI awalnya komplain. Akhirnya ia pun tak bisa menolak. Wanita tua ini cuek saja meraih telur si gubernur dan meraba-rabanya.


“Yah, tak apalah, uang Rp. 50 juta tidak kecil. Biar ibu yakin telur saya tidak kotak.” ujar Gubernur BI deg-degan. Pada detik yang sama saat wanita tua itu meraba-raba telur presdir, pengacaranya Bang Hotman terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding.


Gubernur BI bertanya, “Ada apa dengan pengacara itu?” Wanita tua ini menjawab kalem, “Ndak apa-apa. Saya cuman bertaruh dengannya Rp. 150 juta, bahwa jam 10:00 pagi ini saya bisa memegang telur presdir Bank Indonesia!”

dan Tamat :)

Kumpulan Cerita Humor Lucu Tentang Suami Istri dan Mertua

Kumpulan Cerita Humor Lucu Tentang Suami Istri dan Mertua

cerita humor lucu
Mengurangi penat karena kerja seharian full bisa dilakukan dengan membuka hiburan seperti main game, membuka sosial media, nonton video di YouTube dan sebagainya. Tak hanya itu, membaca cerita lucu juga dapat membangkitkan mod dari susasana hati yang sedang buram jadi bahagia.


Ada banyak cerpen lucu dari berbagai macam kisah, disini telah kami kumpulkan dan rangkum cerita humor lucu tentang suami istri serta mertua. Semoga cerita didalamnya dapat sedikit memberi hiburan untuk Anda semua bisa tertawa bersama. 


Kisah dalam cerita hanyalah untuk hiburan semata, jika ada nama tokoh dan tempat yang sama mungkin hanya kebetulan, baiklan langsung saja simak berikut ini:

Cerita Lucu Anak Bengal (Bandel)


Seorang ibu merasa geli, karena menantunya yang baru selalu berteriak keras saat berbicara dengannya.

Kemudian dia memanggil anaknya,


Ibu : "Nak, istrimu kok bicarannya keras seperti tukang sayur!
Anaknya : "Sebenarnya tidak begitu, bu
Ibu : "Buktinya??
Anaknya : "Istri saya ku bohongi kalau ibu itu tuli
Ibu : "Dasar anak bengal!!!!!!


Khasiat Foto Istri di Dompet


Ada seorang suami yang di dalam dompetnya terdapat foto istrinya. Saat teman-temannya melihat, ia dipuji sebagai suami yang sangat baik.


Lalu, satu diantara temannya bertanya apa fungsinya membawa foto sang istri. Dia menjawab: "kalau aku punya permasalahan di kantor, aku selalu memandang foto itu, dan permasalahan yang dihadapi hilang begitu saja".


"Wah alangkah berbahagianya kamu mempunyai istri seperti itu, bagaimana bisa begitu?" tanya teman-temannya.


Sang suami menjawab kembali: "Ya, kalau saya melihat foto istri saya, semua permasalahan apa pun di kantor, menjadi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan permasalahan dengan dia!"


Cuma Kamu Satu-satunya


Seorang istri sedang merasa jengkel dengan suaminya.


Istri : "Kenapa sih kamu gak bilang dari dulu klo kamu semiskin ini haaahhh..?!"
Suami : "Aku kan udah bilang sayaanngg… Tapi, kamu aja yang gak denger & gak ngerti..!"
Istri : "Emang dulu kamu bilang apa ke aku?" (bertanya dengan penuh penasaran)
Suami : "Aku bilang, 'Sayang, cuma kamu satu-satunya yang kumiliki dan kupunya di dunia ini..'Eh, kamunya malah jawab 'so sweet'…"
Istri : #!?!*’?”##!!’”?:"{:??::{ aarrgghhhh......


Suami Salah Nyebut Nama


Seorang polisi sedang bertanya kepada terdakwa, seorang istri yang melakukan penganiayaan terhadap suami.


Polisi : "Apakah yang dikatakan oleh suami Anda pagi ini
Istri : Dia mengatakan, 'sekarang sudah jam berapa Susi?
Polisi : "Lalu mengapa Anda menjadi marah dan memukuli suami Anda karena pertanyaan itu.
Istri : Karena nama saya Wulan.


Nasib Nikah Beda Keyakinan


Bejo, seorang pemuda yang setelah sekian lama hidup sendiri menemukan Susi kekasih pujaan hatinya, tetapi pernikahan mereka tidak berlangsung lama karena perbedaan keyakinan.
Paijo yang merupakan sahabat dekat Bejo mempertanyakan perihal penyebab perpisahan mereka.


Paijo : Kenapa broo sampai kalian bercerai seperti ini, apa masalahnya?
Bejo : "Kita berbeda keyakinan bro, aku dah ngga tahan lagi.
Paijo: Bukannya kalian seagama ya?
Bejo : "Memang…
Paijo : Lantas kenapa sampai bercerai karena perbedaan keyakinan, apa yang dipermasalahkan?
Bejo : "Selama ini aku selalu yakin bahwa aku ini ganteng, tapi Lina tidak bisa menerima keyakinanku itu dan selalu mempermasalahkannya.
Paijo : ?@#$%&*$W%^W&E!~


Kode Rahasia Suami Istri


Ada suami istri membuat kode untuk berhubungan intim dengan kode "Isi Pulsa"
Suatu malam suami mendekati istrinya,


"Ma,isi pulsa yuk."
Karena capek baru pulang kantor, istri menjawab.
"maaf Pa, Mama lagi lowbet "
Malam berikutnya si suami mencoba kembali
"Ma, isi pulsa yuk"
Karena si istri gak ada hasrat, dia menjawab
"maaf pa, signalnya lemah nih"
Malam berikutnya suami tidak bosan mencoba dan terus mencoba.
"ma, isi pulsa yuk"
Lagi-lagi istri menolak karena berhalangan datang bulan
"maaf pa, ada gangguan jaringan"


Seminggu setelah haid, mama yang begitu ngebet ingin berhubungan intim "Pa isi pulsa yuk"
Dengan santai suami menjawab.
"maaf ma, papa udah ganti kartu"


Suami Gak Ada Akhlak

 

Suatu hari ketika Boneng pulang kerja tengah malam, dia melihat dua orang aneh yang kedapatan tengah mencongkel pintu rumahnya.

Boneng : "WOI! Mau apa loe? Maling ya?"
Maling : "Kalo iya emang kenapa? Coba teriak sekali lagi gue bacok loe!"
(sambil mengarahkan "celurit"nya ke arah Badrun)
Boneng yang kaget plus takut setengah mati hanya bisa terbata-bata.

Boneng : "A,a,aampuuun Boss to,to,tolong jangan apa-apakan saya, jangan bacok saya, saya masih punya anak istri..."

Maling : "Terus?"
Boneng : "Jadi bacok aja mereka..."
Maling : "!@^$^&*^%($#^*??"

Baca juga :  Kisah Diana dan Rehan, Sepasang Pengantin Baru


Kalau kamu punya cerpen lucu yang lain bisa diceritakan melalui kolom komentar, Ok.

Cinta Sang Malaikat Terkasih, Emak

Cinta Sang Malaikat Terkasih, Emak

cinta sang malaikat terkasih
“Sungguh hari yang melelahkan” keluhku seraya berjalan di atas aspalan rusak pedesaan. Sudah berjalan begitu jauh, namun yang aku impikan belum kesampaian juga. Aku membayangkan wajah emak yang pastinya tetap teduh mendengar kabar kekecewaan ini.

Di depan sana, kulihat mata emak bersinar menunggu menunggu kabar yang begitu ia harapkan namun belum bisa kuwujudkan. Aku mendekat, wajahku lesu, aku yakin emak sudah tau bahwa putrinya gagal lagi.

Untuk yang kesekian kalinya aku gagal lagi Mak… Aku masih belum bisa membahagiakan emak. “Maaf mak, jerih payah emak selama ini menyekolahkan aku hingga sarjana belum mampu kubalas, maafkan anakmu yang tidak berguna ini, mak” ucapku pada emak sambil berlutut di kakinya.

Aku tak berani memandang wajah wanita berusia 56 tahun itu, aku hanya mampu melihat kakinya yang tanpa alas dengan kapal-kapal matang yang membuat kakinya tak sama sekali indah dipandang, dengan jarik batik coklat andalannya. Kaki yang tak sama sekali indah dipandang itu, kaki yang berjalan kesana kemari mengambil baju kotor tetangga, kaki yang berjalan mengambil biji kopi yang berjatuhan di lahan tetangga, bukan mencuri, tapi memang sudah dipersilahkan untuk memunguti kopi yang sudah berjatuhan dan banyak yang busuk.

Karna kaki ini, aku bisa sekolah tinggi, karna kaki ini aku bisa hidup sampai sekarang. Air mataku tak bisa kubendung, menetes dan membasahi kaki emak. Emak ikut berlutut, mengusap air mataku, memelukku sambil mengelus-elus kepalaku.

“Kegagalan itu biasa, nduk… kamu tidak boleh menyerah pada kegagalan. Kamu tidak boleh menyerah nduk, lihatlah ayam itu, mencari-cari makan, mengais-ngais tanah untuk memenuhi kebutuhan perutnya untuk bisa melanjutkan hidupnya. Dia tidak menyerah, ambillah pelajaran dari si ayam itu nduk… kamu itu putri emak satu-satunya, harapan emak yang paling besar, jadi jangan pernah putus asa. Do’a emak selalu menyertai setiap langkah hidupmu nduk… “

Lalu emak mengecup keningku dan mengajakku masuk ke dalam rumah kontrakan kami. “Emak tahu kamu lapar, makanya emak tadi sudah masak buntil kesukaanmu”. Seraya tersenym padaku dan berlalu mengambilkan piring untukku. Terima kasih, mak… setiap senyum dan belaiannya selalu bisa membuat duniaku yang sempit menjadi begitu luas.

"Mak besok aku akan mencari pekerjaan lagi, emak do’akan aku ya, supaya Allah beri kemudahan untuk anak emak ini…" Mataku memandang emak penuh binar permohonan. Kecupan emak mendarat kembali di kepalaku. Tanda ridho emak sudah ada di tanganku, aku optimos besok aku tidak akan gagal lagi.

Keesokan harinya, aku berangkat saat masih petang, tepat setelah aku dan emak selesai sholat subuh. Emak membawakan aku ubi yang semalam emak rebus di atas tunggu pawon yang membuat tidurku tak begitu nyenyak karna asapnya kemana-mana.

Emak selalu ingat membawakan aku bekal. Meski bukan ayam goreng atau telur dadar yang lezat, meski hanya ubi yang ketika dimakan akan menimbulkan “keseretan” kalau tidak dibersamakan dengan minum. Ya, tapi meskipun begitu, aku bersyukur sebab meski sesederhana ini, Allah masih memberiku satu malaikat yang terus setia menggenggamku di saat-saat sulit begini, emak.

Aku berfikir aku akan ke pusat kota. Aku akan melamar pekerjaan disana. Oh iya, aku lulusan akutansi, jadi aku pastinya bisa dong melamar di bank. Aku berjalan terus menuju bank tempat aku ingin melabuhkan segala harapan disana. Kemarin aku ditolak, sekarang harus diterima.

Sepanjang jalan mulutku terus komat-kamit melafadzkan dzikir, kupikir aku harus merayu Allah, siapa tau nanti aku diterima kerja. Aku berhenti sebentar, duduk dan “ngadem” dibawah rindangnya pohon nangka di persimpangan jalan.

Beberapa kali ada angkot lewat, sebenarnya aku lelah sudah berjalan sekitar 2 kilometer. Tapi aku cuma punya uang Rp 10.000, siapa tahu nanti aku butuh uang itu, jadi ku urungkan niatku untuk menyambung jalanku dengan angkot.

Aku melanjutkan perjalanan, sambil kubawa wajah teduh emak dalam bayanganku. "Ahh, akhirnya sampai juga… Alhamdulillah Ya Allah…" lalu kulangkahkan kakiku perlahan masuk kedalam gedung bertingkat itu. Mmm… sejuknya di dalam sini. Aku merasakan udara AC yang mampu mengobati kegerahanku di jalanan tadi.

Aku bertanya pada wanita berpenampilan rapi dan cantik dengan rambut yang tergerai panjang dan sedikit diblow bagian bawahnya. Berbeda sekali dengan penampilanku yang hanya berkemeja putih, celana jeans hitam bekas tetangga dan jilbab biru muda yang jarang kuseterika.

“Mbak, saya mau melamar pekerjaan”. Bisa tunjukkan persyaratannya, mbak? Jawabnya dengan tatapan yang sangat tidak kusukai. Aku menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan, dan aku disuruh menunggu sebentar. Sebentar yang kuyakini lebih dari satu jam. Ahh… aku harus sabar, anggap saja ini sebagai penantian terakhir sebagai pengangguran yang melarat.

“Mbak Syifa, silahkan masuk keruangan sebelah”. Akhirnya, dipanggil juga, aku masuk kedalam sebuah ruangan. Nampak seorang lelaki duduk disana.

“Permisi…” sambil mengetuk kaca pintu. Yaa, masuk” Setelah masuk dan dipersilahkan duduk, aku merasa semacam dininterogasi. Untung aku berhasil menjawab semuanya dengan baik. Hingga aku disalami dan dinyatakan diterima bekerja. Masya Allah tak henti-hentinya aku mengucap syukur kepada Sang pemberi Rizki, aku sudah tak sabar memberi kabar ini pada emak.

Uang Rp 10.000 yang aku bawa akhirnya aku gunakan untuk membayar angkot sampi di perempatan jalan menuju rumahku, angkotnya menurunkan aku disitu. Aku berlari penuh girang, tawaku tak bisa aku sembunyikan. Wajah lesu yang kemarin aku tampilkan sekarang aku buang jauh-jauh. Aku bahagia, tidak sabar ingin melihat tawa emak.

Emaaaak...! Dari ujung jalan aku sudah melihat emak menantiku dengan wajah cemas, was-was, aku langsung memeluk emak. Aku bersujud di kaki emak dengan derasan tangis bahagia. Emak mengangkat bahuku.

“Bangunlah nduk, bangun… Ada apa?” Sambil kuciumi punggung tangan emak yang kering itu, aku katakana “Mak, putrimu ini akan membuatmu bangga. Aku diterima bekerja di bank. Emak tidak usah lagi mencucikan baju tetangga, tidak perlu lagi memunguti biji-biji kopi di lahan orang, emak di rumah saja. Biar aku yang bekerja ya mak…”

"Aku rasa emak begitu bahagia". Emak menangis dan memelukku seraya terus menciumi pipiku.

“Emak tidak bisa berkata apa-apa” emak bahagia, akhirnya anak emak bisa menggapai mimpinya, anak emak akan bekerja kantoran. Emak bangga nduk… Emak bangga.

Alhamdulillah duh Gusti, Engkau kabulkan Do’a-do’aku, Engkau berikan anakku jalan untuk membahagiakan emaknya. Ridhoilah setiap langkah yang ditempuh anakku Yaa Gusti Rabbi…”

Aku terus mengucapkan syukur sedalam-dalamnya, disini aku diberi hikmah, aku mengerti satu hal bahwa Allah tidak akan menguji seorang hamba diluar batas kemampuan hambanya. Dan saat pintu rizki yang satu tertutup, maka masih ada begitu banyak pintu yang terbuka lebar.

Terima kasih YaAllah, untuk rizkimu, untuk emak yang kau hadiahkan dalam hidupku, Emak.. terima kasih untuk segala do’a yang selalu kau langitkan untuk memudahkanku…

"Terima kasih Mak… engkau bagaikan malaikat tanpa sayap yang tak pernah mengeluh".

Selesai. 🙂

Karya : Siti Ma'rifatuss
Kisah Diana dan Rehan, Sepasang Pengantin Baru yang Hidup di Perantauan

Kisah Diana dan Rehan, Sepasang Pengantin Baru yang Hidup di Perantauan

kisah diana dan rehan
Ini aku,  Diana.  Aku hanya seorang istri, belum menjadi ibu, satu suami dan sebagai seorang ibu rumah tangga.  Kalian pasti tau,  pekerjaanku sehari hari apa saja.  Pagi itu aku sudah bangun sekitar jam 3 pagi.  Aku ingat semalam suamiku Mas Rehan memberi tahuku bahwa besok pagi pagi sekali dia ada meetting penting.  Jadi aku harus menyiapkannya lebih awal sebab tempat meettingnya juga jauh di Bandung.

Kami tinggal di Tangerang, sebenarnya kami berasal dari Wonosobo.  Hanya saja aku ikut suami tercinta yang bekerja disini.  Meskipun dikota besar,  kalau di rumah ya ngobrolnya pakai bahasa Jawa,  medok pula.  Aku hanya tak ingin meninggalkan bahasa yang sedari kecil aku pahami.

Semua keperluan Mas Rehan sudah aku siapkan, mulai dari  "Tas, laptop, jas, baju, dasi,  celana, ikat pinggang dan juga  berkas berkas..." sambil berkacak pinggang dan menunjuk nunjuk barang barang yang aku sebutkan aku berpikir ada yang kurang.  Tapi apa yaaa?  Aku coba cermati lagi eh ternyata tidak ada sepatu, tidak ada juga kaus kaki.

Aku segera mengambilnya dan melanjutkan yang lainnya.  Aku membuatkan sarapan untuknya, dan tiba tiba dia sudah ada dibelakangku.  "mmmmmm,  masak apa sayang?" ucap suamiku…. dengan senyumnya yang aku rasa saat pertama kali aku mencintainya adalah saat ia tersenyum begitu padaku.  Aku hanya menjawab "nasi goreng, hehe" sambil tersenyum lebar menunjukkan barisan gigiku.

"kopiku ning ndi yang?" (kopi saya dimana sayang) tanyanya dengan sedikit nada meminta dan memelas.  Aku selalu suka saat ia begitu  "belum tak buatkan,  Bentar.. " dan aku lupa kopi kami habis.  Aku cuma punya 2 teh celup.

"Mas,  kopinya habis, kan kita belum belanja bulanan bulan ini.  “Ming ada 2 teh celup. Nggak papa ta?" Dia menepuk jidatnya dan menjawab "yoo,  gak ppa,  buatkan saja yang spesial tapi ya. Haha"
"Biasanya juga spesial kan. "
"Masak? "

Bersambung ...

Posted by Siti Ma'rifatuss