Tampilkan postingan dengan label Info Ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Ternak. Tampilkan semua postingan
 Cara Fermentasi Kohe Puyuh untuk Pakan Kutu Air

Cara Fermentasi Kohe Puyuh untuk Pakan Kutu Air

cara fermentasi keho puyuh
 

Salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya kutu air adalah dengan memperhatikan pakan yang kita berikan dalam kultur, ada beberapa pakan yang umum diberikan seperti, kohe puyuh, dedak, air cucian beras, dll.

Namun ada beberapa pakan yang lebih baik kita fermentasi terlebih dahulu sebelum kita berikan,  contohnya seperti kohe puyuh, tujuan dari fermentasi sendiri adalah agar pakan lebih mudah di cerna oleh kutu air, dan untuk tetap menjaga kualitas air media kultur.

Lalu bagaimana tahapan dalam fermentasi kohe puyuh? Di bawah ini menitinfo.com akan menjabarkan tahapan dalam fermentasi kohe puyuh.

Fermentasi sendiri dibagi menjadi 2 cara yaitu fermentasi dengan model Aerob dan Anaerob.

Fermentasi Aerob adalah fermentasi yang menggunakan oksigen bebas untuk memecah senyawa dengan kata mudahnya adalah fermentasi yang dalam prosesnya dibuka sekali dalam sehari.

Sedangkan fermentasi Anaerob adalah fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk memecah senyawa, dengan kata lain ditutup total saat proses fermentasinya.

Bahan yang harus disiapkan dalam proses fermentasi

1. Kohe puyuh

Tentunya bahan yang pertama kalian siapkan adalah kohe puyuh, jika kalian mendapatkan kohe puyuh dalam kondisi basah, maka sebaiknya kalian keringkan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar amoniak yang terkandung di dalamnya.

2. Wadah atau tempat fermentasi

Untuk tempat fermentasi kalian bisa memanfaatkan barang yang ada dan mudah didapat disekitar kalian seperti, ember dan jerigen namun jika ingin langsung skala besar kalian bisa menggunakan drum

3. Em4

Selanjutnya bahan yang kalian siapkan adalah em4, em4 merupakan bakteri fermantasi yang berfungsi sebagai bahan pengurai, em4 sendiri terdiri dari 3 macam yaitu peternakan, perikanan dan pertanian, untuk fermentasi kohe puyuh untuk pakan kutu air maka kalian gunakan yang em4 perikanan

4. Tetes tebu

Fungsi dari tetes tebu sendiri adalah bahan untuk mengaktifkan microorganisme yang terdapat dalam em4.

Tahapan Fermentasi

  • Masukan kohe puyuh ke wadah yang telah kalian siapkan
  • Setelah itu berisi  air untuk mencampurkan em4 dan tetes tebu
  • Tuangkan air campuran em4 kedalam wadah yang berisi kohe puyuh, anda bisa menambahkan air biasa jika kohe belum merata masahnya
  • Aduk rata hingga  semua kohe tercampur cairan em4
  • Jika sudah tercampur, tutup rapat wadah fermentasi
  • Sehari sekali tutup dibuka dan aduk kohe puyuh setelah itu tutup rapat Kembali
  • Setelah 7 hari atau apabila sudah tidak mengeluarkan gas maka fermentasi kohe puyuh sudah dapat digunakan untuk pakan kutu air.

Itulah proses fermentasi kohe puyuh agar dapat digunakan sebagai pakan kutu air. Berikan pakan secara teratur namun dengan porsi yang pas, agar hasil yang didapat bisa maksimal.
Selamat mencoba
Cara Mengatasi Hama Kutu Jet pada Ternak Kutu Air Moina dan Dapnia Magna

Cara Mengatasi Hama Kutu Jet pada Ternak Kutu Air Moina dan Dapnia Magna

cara mengatasi hama kutu jet
 

Bagi para peternak kutir (kutu air) dan penghobi ikan tentunya sudah tidak asing lagi dengan kutu air jet, kutu jet memiliki ciri ciri ukurannya yang lebih kecil dari kutir moina dan memiliki gerak yang lincah didalam air.

Kutu jet merupakan hama yang merugikan bagi para peternak  kutir, pasalnya perkembangannya yang sangat cepat menjadikan makanan yang ada dalam media ternak menjadi berkurang, dan tentunya kutir moina akan kalah dalam perebutan makanan

Sedangkan untuk para penghobi ikan hias seperti ikan cupang dan guppy, kutu jet menjadi momok yang menakutkan, dikarenakan kutu jet menyerang burayak ikan yang masih kecil sehingga bisa mengakibatkan burayak mati, sedangkan pada ikan dewasa kutu jet menyerang ikan yang sedang terluka sehingga akan memperparah luka yang dialami ikan.

Asal kutu jet sendiri sampai sekarang belum bisa dibuktikan dari mana mereka berasal, karena belum ada penelitian tentang itu, walau awal ternak kutir steril dari jet namun lama kelamaan akan muncul dengan sendirinya, ada beberapa faktor yang bisa mempercepat timbulnya kutu jet.

Dibawah ini faktor-faktor yang menyebabkan kutu jet cepat muncul dalam media ternak kutir.

1. Menggunakan pakan kohe yang masih basah atau baru

Kohe atau kotoran hewan merupakan salah satu pakan yang bisa di berikan untuk kutir, biasanya menggunakan kotoran puyuh, ayam dan lainnya. Namun banyak peternak yang langsung memberikan Ketika kohe masih basah, taukah kalian pemberian hohe yang masih basah justru mempercepat timbulnya kutu jet pada media kutir kalian

Pasalnya hohe yang masih basah memiliki kandungan amoniak yang masih tinggi, menjadikan media kutir sendiri menjadi tercemar dan mempercepat timbulnya kuju jet.

Baca juga : Cara Ternak Burung Puyuh

2. Media yang lama tidak diganti

Media ternak kutir sendiri bisa menggunakan air biasa atau air lele, namun jika kalian tidak rutin dalam mengganti dan menambahkan media baru maka kutu jet akan cepat muncul

3. Bibit kutir yang sudah tercemar atau tercampur kutu jet

Ukuran kutu jet yang sangat kecil menjadikan sulit dikenali Ketika beli bibit, apakah terdapat kutir jetnya atau tidak, walau Ketika beli terdapat sedikit kutu jetnya namun karena perkembangan kutu jet yang sangat cepat maka akan mudah banyak Ketika sudah di media ternak kalian.

Sampai sekarang belum ditemukan obat atau cara membasmi kutu jet sendiri semua lebih ke pencegahan, lalu bagaimana cara mencegah kutu air jet muncul?

1. Usahakan jika menggunakan pakan kohe berikan yang sudah kering

2. Fermentasi pakan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar amoniak

3. Ganti media secara rutin minimal setiap 3 hari sekali

4. Pilih bibit yang steril dari kutu jet

Apabila sudah terlanjur terdapat banyak kutu jet apa yang harus kalian lakukan? untuk membuat madia ternak bebas dari kutu jet maka media harus dikuras total kemudian di keringkan, selanjutnya mulai dari awal proses ternak, dan beri bibit yang masih steril dari kutu air jet.

Ternak Kambing Tanpa Ngarit, Solusi Pakan, dan Ternak Dalam Jumlah Besar

Ternak Kambing Tanpa Ngarit, Solusi Pakan, dan Ternak Dalam Jumlah Besar

ternak kambing tanpa ngarit
 

Ternak kambing tanpa ngarit - Di jaman sekarang semua orang dituntut untuk bisa mengerjakan lebih dari satu kerjaan, dalam hal ini jika kalian beternak kambing, maka waktu akan terkuras habis jika pakan masih mengandalkan mencari rumput atau ngarit, apalagi jika skala ternak kalian sudah besar.

Tentunya dibutuhkan inofasi dalam beternak kambing agar bisa efisien dalam menggunakan waktu kalian, salah satunya yaitu dengan menggunakan pakan buatan atau tanpa ngarit. Dengan pakan buatan kalian bisa beternak dalam jumlah banyak tanpa kebingungan  dalam hal pakan.

Sebelum memulai beternak kambing ada baiknya kalian tentukan jenis kambing apa yang akan kalian pelihara, tentukan tujuan kalian beternak apakah untuk kontes, pengemukan atau diambil susunya. Karena itu akan menentukan pakan apa yang cocok yang yang akan kalian berikan.

Jika tujuan kalian untuk kontes maka pilihlah jenis kambing seperti kambing etawa dan domba garut, sedangkan untuk tujuan penggemukan kalian bisa pelihara jenis kambing seperti, dombos, jawa randu, domba taxel, dan untuk tujuan diperah susunya kalian bisa pelihara jenis kambing sapera.

Lalu pakan apa saja yang bisa kalian berikan untuk menggantikan rumput?

Ada dua jenis pakan yang bisa kalian berikan ke ternak kambing kalian, yaitu pakan kering dan pakan basah atau komboran.

1. Pakan kering

Pakan kering biasanya berasal dari sisa limbah pertanian seperti, kulit kacang, bungkil kopra, bungkil kacang tanah, bungkil kedelai, dedak gandum atau polar, dan pelet. Pemilihan pakan pengganti rumput tentunya harus memperhatikan nutrisi yang terkandung didalamnya agar pertumbuhan kambing sendiri tetap makimal.

2. Pakan basah

Pakan basah berasal dari pengolahan pabrik pengolahan bahan makanan, seperti ampas tahu dan ampas singkong. Anda bisa dapatkan pada pabrik pembuatan tahu dan pembuatan tepung tapioca.

3. Pakan fermentasi

Untuk pakan fermentasi sebenarnya tidak 100% tidak ngarit tetapi lebih ke pengawetan pakan agar bisa tahan lama, bahan pakan fermentasi sendiri campuran antara hujauan, konsentrat, dan dedak lalu di beri obat fermentasi, yang kemudian dimaksukan ke tempat yang kedap udara.

Pemberian Pakan

Jika kalian menggunakan pakan buatan tentunya pemberiannya pun harus teratur, kalian bisa berikan 2 kali dalam sehari. Pemberian pakan sendiri bisa diberikan dalam bentuk kering atau bentuk kombor, jika pakan yang diberikan bentuk kering maka porsi minumnya pun usahakan di tambah, sebaliknya jika sudah dalam bentuk kombor maka kambing akan sedikit porsi minumnya, kalian juga bisa mengkombinasi antara pakan basah dan kering, seperti pagi dengan komboran dan sore dengan pakan kering.

Baca juga : Ternak Kambing tanpa Modal Bibit

Bagaimana sobat apakah kalian tertarik menggunakan pakan buatan atau tanpa ngarit? Apabila ingin mengubah dari pakan rumput segar berganti ke pakan buatan, tentunya di butuhkan kesabaran karena perlu mengubah bentuk pakan dengan pelan pelan sedikit demi sedikit agar kambing terbiasa dan tetap lahap Ketika di beri pakan full pakan buatan. Selamat mencoba ya.

 Ternak Kambing Sistem Bagi Hasil (Gaduh) Tanpa Modal Bibit dan Minim Rugi

Ternak Kambing Sistem Bagi Hasil (Gaduh) Tanpa Modal Bibit dan Minim Rugi

ternak kambing sistem bagi hasil
 

Apakah kalian pernah berniat untuk beternak kambing, namun terhalang modal yang minim?

Beternak kambing merupakan usaha yang banyak terdapat di pedesaan, biasanya penduduk desa menjadikan kambing sebagai usaha sampingan mereka, atau banyak yang berkata kambing sebagai tabungan mereka. Namun di era sekarang, banyak yang menjadikan ternak kambing sebagai pendapatan utama mereka, dikarenakan keuntungan yang besar yang akan didapat.

Tidak sedikit juga dari mereka terhalang oleh keterbatasan modal, sehingga tidak jadi memulai ternak kambing, karena itu kali ini dunia budidaya akan mengulas tentang ternak kambing system bagi hasil atau gaduh, yaitu sistem ternak yang bisa menjadi solusi bagi kalian, yang memiliki modal terbatas namun ingin memulai beternak kambing.

Pengertian sistem Gaduh


Sistem gaduh yaitu sebuah sistem pemeliharaan ternak, dimana pemilik hewan ternak mempercayakan pemeliharaan ternaknya kepada penggaduh dengan imbalan bagi hasil. Untuk kambing betina biasanya yang akan di bagi dua adalah anakannya, sedangkan untuk kambing pejantan yang akan dibagi 2 adalah keuntungan dari penjualan.

Sistem bagi hasil sebenarnya sudah di lakukan sejak lama dari nenek moyang kita, namun masih relefan jika diterapkan pada jaman sekarang.

Hal yang harus diperhatikan dalam sistem Gaduh

Sebelum memulai ternak dengan sistem bagi hasil, ini hal yang harus kalian perhatikan:

  • Buatlah perjanjian dengan si pemilik hewan agar apabila terjadi masalah pribadi tidak berdampak pada kambing yang sedang diparo, perjanjian bisa tertulis atau tidak
  • Pilih indukan yang akan digaduh indukan yang berkualitas, sehingga anakan yang anda dapat juga bisa bagus.
  • Apabila terserang penyakit segera beritahu si pemilik hewan, agar apabila terjadi hal yang tak di inginkan anda tidak disalahkan.
  • Jaga kepercayaan si pemilik hewan dengan merawat kambing dengan maksimal dan jangan menjual tanpa seijin si pemilik hewan.

Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan ternak sistem gaduh atau maparo?

Kelebihan sistem Gaduh

1. Mengurangi biaya dalam memulai ternak kambing, karena tidak mengeluarkan biaya beli bibit atau indukan kambing

2. Mengurangi kerugian apabila terjadi kegagalan, karena apa bila terjadi kematian biasanya si penggaduh tidak di bebani biaya ganti rugi.

Kekurangan sistem Gaduh

Tentunya karena maro (bagi hasil) keuntungan yang didapat juga separo atau setengah. Namun jika kalian memiliki tekat yang kuat dan sabar, tentunya lama kelamaan akan banyak yang diperoleh walau dengan dimulai dengan sistem gaduh ini.

Itulah ulasan mengenai ternak kambing sistem bagi hasil atau gaduh, semoga bisa menjadi solusi bagi anda yang ingin memulai beternak kambing.
 6 Cara agar Berternak Puyuh Mendapat Keuntungan yang Besar

6 Cara agar Berternak Puyuh Mendapat Keuntungan yang Besar

cara ternak puyuh untung besar
 

Tentunya kalian sudah familiar dengan telur puyuh bukan? Atau bahkan sudah sering mengkonsumsi hasil olahan dari telur puyuh, apa mungkin kalian pernah tertarik memulai berternak burung puyuh itu sendiri?

Jika kalian tertarik beternak burung puyuh mungkin baiknya kalian mencoba memulainya, permintaan pasar akan telur puyuh setiap tahun terus mengalami peningkatan. Namun produksi dari petani cenderung mengalami penurunan, menjadikan harga jual telur puyuh terus mengalami kenaikan, sehingga keuntungan yang didapat dalam beternak burung puyuh termasuk besar.


Di samping itu, jika kita lebih kreatif lagi dalam melebarkan budidaya-nya ada yang namanya Kohe Puyuh yang mana bisa buat pakan Kutu Air. Kita tahu akhir-akhir ini kutu air juga punya nilai ekonomi bagi para pecinta atau peternak ikan hias akan sangat membutuhkan.

Sebelum kalian memulai beternak ada baiknya perhatikan 6 cara dibawah ini, agar tidak terjadi kegagalan dan dapat memperoleh keuntungan sesuai yang Anda harapkan.

1. Persiapkan kandang dengan baik

Hal yang pertama yang perlu kalian siapkan dalam beternak puyuh adalah kandang. Kandang puyuh sendiri bisa kalian buat dengan rangka kayu dan bambu atau dengan rangka baja, dengan model tingkat agar memaksimalkan tempat yang ada.

kandang yang baik dimulai dari suhu, pencahayaan hingga keamanan kandang yang terjamin ,untuk suhu yang tepat kandang burung puyuh berada diantara suhu 20-25 derajat celcius, jika kalian berada di daerah pegunungan yang memiliki suhu dingin, kalian bisa menambahkan lampu pijar untuk menambah kehangatan kandang , selain untuk menghangatkan lampu pijar juga berfungsi sebagai penerangan kandang.

2. Pemilihan bibit yang berkualitas

Untuk bibit sendiri kalian bisa dapatkan dengan 2 cara yaitu dengan beli DOQ anakan puyuh atau menetaskan sendiri, jika kalian beli DOQ puyuh kalian bisa tanyakan pada pejual apakah DOQ itu sudah divaksin NWD atau belum, usahakan kalian beli yang sudah divaksin.

Jika kalian ingin menetaskan sendiri pilihlah indukan yang berkualitas, usahakan indukan sudah berumur 2 bulan dan tentunya indukan harus dibuahi terlebih dahulu oleh pejantan agar telur bisa menetas.

3. Perawatan kandang yang rutin

Dalam beternak puyuh perawatan kandang juga menjadi faktor yang penting yang harus kalian perhatikan, perawatan Kandang dimulai dengan rutin membersihkan kotoran puyuh. Usahakan dalam membersihkan kotoran puyuh dilakukan pada siang hari, karena jika dilakukan pada malam hari akan mengganggu burung saat proses bertelur.Kandang yang bersih akan membuat burung puyuh terhindar dari penyakit dan virus.

4. Pemberian pakan yang berkualias dan tepat sesuai umur

Untuk pakan burung puyuh sendiri harus yang memiliki nutrisi yang cukup agar pembentukan telur dan pertumbuhan burung  tetap maksimal.

Jenis pakan untuk burung puyuh biasanya terdiri dari 2 bentuk yaitu bentuk tepung dan bentuk pelet. Pakan bentuk tepung diberikan Untuk burung umur dibawah 3 minggu, sedangkan diatas 3 minggu anda sudah bisa berikan pakan yang berbentuk pelet. Waktu pemberian pakan sendiri usahakan yang teratur.

5. Pengobatan penyakit dan cara pencegahannya

Penyakit yang biasa menyerang burung puyuh antara lain seperti radang usus, tatelo, berak kapur, cacar burung puyuh. Pada intinya penyakit akan timbul jika kebersihan kandang yang kurang diperhatikan dan pentingnya vaksin untuk bibit burung puyuh kalian.

Jika sudah terlanjur terserang penyakit pisahkan yang sakit kemudian beri obat yang bisa kalian dapatkan di toko peternakan.

Selain penyakit diatas burung puyuh juga termasuk hewan yang sangat mudah stres untuk itu usahakan jangan sampai predator masuk kandang dan jangan langsung mendengarkan suara keras seperti suara petasan atau suara petir cara menghindarinya anda bisa menyetel radio atau music yang di putar di kandang.

6. Pemanenan telur puyuh

Burung puyuh sudah bisa menghasilkan telur sekitar umur 35 hari, dengan catatan burung dalam keadaan sehat dan pakan yang diberikan yang memiliki nutrisi yang cukup. Salah satu keuntungan dalam beternak puyuh karena pemanenan telur bisa dilakukan setiap hari, sehingga bisa untuk penghasilan harian kalian.

Sebaiknya pemanenan telur dilakukan pada pada pagi hari karena burung puyuh bertelur pada waktu sore hingga malam hari.

Baca juga : 5 Tips Ternak Marmut Hias

Jika kalian ingin mendapatkan keuntungan yang kalian harapkan silahkan terapkan 6 cara diatas, dibutuhkan praktek langsung agar dapat mengetahui masalah dan cara mengatasinya, dalam proses beternak burung puyuh.

 6 Pakan Alternatif untuk Lele yang Mudah Didapat dan Bernutrisi Tinggi

6 Pakan Alternatif untuk Lele yang Mudah Didapat dan Bernutrisi Tinggi

pakan alternatif lele
 

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, oleh karena itu permintaan pasar akan kebutuhan ikan lele sangatlah tinggi ,menjadikan usaha di bidang peternakan ikan lele menjadi peluang usaha yang menjanjikan kedepannya.

Namun belakangan ini harga untuk pakan utama ikan lele terus mengalamai kenaikan, sehingga tidak sedikit para peternak yang mengeluhkan keuntungannya dalam beternak ikan lele berkurang bahkan banyak juga yang merugi. Dengan harga pakan yang berkualitas mencapai 12000/KG dan harga ikan lele di pengepul rata rata 14000-16000/KG maka akan sedikit sekali keuntungan yang didapat.

Salah satunya cara agar dapat memangkas biasa pakan adalah dengan menggunakan pakan alternatif,namun pakan alternatif yang digunakan sebaiknya yang mudah didapat dan memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan lele , sehingga pertumbuhan lele itu sendiri tetap maksimal

Kali ini menitinfo.com akan memberikan referensi apa saja pakan alternatif yang bisa anda berikan untuk ikan lele yang mudah didapat dan murah tentunya.

1. Maggot

Maggot adalah larva lalat Black Soldier Fly(BSF), maggot bsf sangat bagus diberikan untuk pakan lele karna kandungan nutrisinya sangat tinggi, maggot mengandung protein kasar 40-42%,ekstrak eter 31-35%,kalsium 4,18-5,1 ,abu 14-15%,dan fosfor 0,60-063.

Jika anda beli harga maggot berkisar 6000-7000/kg namun jika ingin budidaya sendiri maggot juga sangat mudah dibudidayakan, karena  pakan untuk maggot sendiri bisa menggunakan sampah organik yang ada disekitar anda. Bahkan bangkai lele sendiri bisa dijadikan pakan maggot, untuk hasil yang maksimal sebaiknya pemberian pakan maggot 50% dan pelet 50%.

Baca juga : Cara Budidaya Maggot

2. Limbah Usus Ayam

usus ayam juga bisa menjadi pakan alternatif untuk lele kalian, karena dalam usus ayam masih mengandung nutrisi antara lain, protein 50,1%,lemak29,2%,karbohidrat 2%,dan abu 4,6%. Anda bisa dapatkan limbah usus ayam dari RPH disekitar anda, untuk memudahkan lele memakannya usahakan kalian potong potong usus tersebut dan rebus terlebih dahulu.

3. Keong Sawah

Jika anda tinggal didekat persawahan kalian bisa memanfaatkan keong sawah sebagai pakan anternatif untuk ikan lele, keong sawah memiliki kandungan protein antara 10,88% - 14,54%, namun dikarenakan cangkangnya yang keras, sebelum diberikan untuk lele sebaiknya buang terlebih dahulu cangkangnya.

4. Bekicot

Keberadaan bekicot di Indonesia bisa dikatakan melimpah, bagi para petani bekicot menjadi hama yang harus dibasmi karena biasa memakan tanaman mereka. Namun jika kalian peternak lele justru bisa memanfaatkan bekicot sebagai pakan alternatif untuk lele, pasalnya bekicot mengandung protein yang cukup tinggi sekitar 60%  dan kandungan asam aminonya cukup lengkap. Seperti halnya keong sawah, kalian perlu membuang cangkangnya terlebih dahulu sebelum berikan ke lele.

5. Limbah bulu ayam

Bulu ayam juga merupakan limbah yang mudah didapat, tidak kalah dengan pakan alternatif lainnya kandungan nutrisi dari bulu ayam termasuk tinggi lho. Bulu ayam mengandung protein 81%, lemak 1,2%, bahan kering 86% dan abu 1,3%, namun pemanfaatan limbah bulu ayam harus melalui proses yang cukup lama karena karakteristiknya yang keras.

6. Ampas Tahu

Ampas tahu mengandung protein 21,30%, lemak 4,09%, karbohidrat 77,60%, abu 3,64% dan energi 3,11%. Dengan kandungan tersebut ampas tahu bisa manjadi alternatif untuk pakan lele kalian. Anda bisa mendapatkan ampas tahu di pabrik-pabrik pembuatan tahu di sekitar anda.

Itulah 6 pakan alternatif murah dan memiliki nutrisi tinggi yang bisa anda berikan untuk lele, pakan yang murah tentunya akan membuat keuntungan dalam budidaya ikan lele kalian lebih banyak. Namun harus mempertimbangkan nutrisi yang terkandung di dalamnya agar pertumbuhan ikan lele kalian tetap maksimal.

7 Pakan untuk Kutu Air agar Cepat Melimpah (ngeboom) dan Tidak Gampang Mati

7 Pakan untuk Kutu Air agar Cepat Melimpah (ngeboom) dan Tidak Gampang Mati

Pakan untuk Kutu Air agar Cepat Melimpah - Tentunya bagi para penghobi ikan tidak asing lagi dengan hewan yang satu ini, karena kutu air menjadi pakan yang sering diberikan untuk ikan yang baru menetas, dan ikan hias yang berukuran kecil. Namun tidak sedikit juga yang masih bingung bagaimana cara agar kutir cepat melimpah ketika diternak dan agar kutu air tahan lama ketika dipenampungan, karena hewan yang satu ini terkenal gampang mati, dan apabila sudah mati, tentunya ikan tidak akan mau memakannya.

Maka dari itu kali ini menitinfo.com akan memberikan ulasan mengenai bagaimana caranya agar kutu air tidak gampang mati dan apa saja makanan untuk kutir apabila ingin diternak supaya bisa melimpah terus atau sering disebut ngeboom.

Dibawah ini 7 pakan yang biasa kalian berikan untuk kutu air agar cepat melimpah (ngeboom).

1. Air lele


Pakan untuk Kutu Air agar Cepat Melipah
Air lele sudah terkenal sangat bagus untuk ternak kutu air, namun anda harus perhatikan air lele yang bagaimana yang bisa digunakan untuk ternak kutir, air lele yang bagus untuk ternak kutir adalah air lele yang sudah berwarna hijau tua atau bisa dikatakan sudah matang. Untuk membuat air lele cepat hijau, usahakan pakan yang diberikan untuk lele adalah pakan pelet yang mengandung protein tinggi, dan kolam lele mendapatkan sinar matahari langsung.

2. EM4 + Tetes Tebu

Dengan menambahkan em4 dan tetes tebu pada kolam kutir maka akan banyak micro organisme yang baik sebagai pakan kutu air, sehingga kutir akan cepat melimpah. Lebih baik jika air yang digunakan menggunakan air lele tentunya, namun pemberian em4 dan tetes tebu harus sesuai tempat yang digunakan untuk kultur kutu air.

Contohnya apabila menggunakan ember baskom anda hanya perlu menambahkan em4 setengah tutup botol dan tetes tebu setengah tutup botol, pemberian yang terlalu banyak akan menimbulkan permukaan air berminyak yang akan menghambat perkembangan kutir.

3. Kotoran Puyuh

Jika tetangga atau anda sendiri ternak puyuh, anda bisa memanfaatkan kotorannya untuk pakan, namun sebelum digunakan sebaiknya kotoran puyuh dijemur hingga kering terlebih dahulu, karena bila menggunakan kohe puyuh yang masih banyak agan mempercepat timbulnya kutu jet.

Baca juga : Cara Ternak Ikan Guppy untuk Pemula

4. Dedak

Agar kutir cepat ngeboom anda juga bisa memberi kutir dengan pakan dedak, caranya anda fermentasi terlebih dahulu dengan menggunakan em4 dan tetes tebu, dan yang diberikan hanya air fermentasinya, karena kutir hanya akan memakan sari sari dari dedak tersebut.

5. Air cucian Beras

Tentunya setiap hari ibu kalian membuat nasi kan?, nah kalian bisa memanfaatkan air cucian beras sebagai pakan untuk kutir. Kalian bisa fermentasi terlebih dahulu atau langsung diberiakan ke kutir Anda, namun pemberiannya juga harus di perhatikan karena apabila berlebihan permukaan air akan berlendir dan mempercepat adanya jentik nyamuk.

6.Tepung ikan (FENGLI)

Anda juga bisa berikan pakan kutu air anda dengan tebung ikan , anda bisa dapatkan di toko toko yang menjual pakan ternak, cara pemberiannya kalian tinggal tabur diatas permukaan kolam kutir anda. Namun apabila menggunkan tepung ikan usahakan sedikit saja karena bisa membuat kolam tercemar dan kutir mati masal.

7. Chlorella

Chlorella adalah ganggang hijau yang tumbuh di air, air yang mengandung chlorella biasanya memiliki warna hijau pekat. Kelebihan kultur dengan menggunakan chlorella adalah mudah dalam memperbanyak air chlorella itu sendiri.

Anda bisa dapatkan dengan membeli di online shop, karena sudah banyak yang banyak mejual , dan biasanya sudah lengkap dengan cara memperbanyaknya.chlorella sangat bagus untuk pakan kutu air karena kandungan nutrisi didalam air chlorella sangat banyak yang cocok untuk kutu air.

Lalu bagaimana Agar kutu air tahan lama di penampungan setelah panen atau beli.


Pakan untuk Kutu Air agar Tidak Gampang Mati

1. Usahakan jangan memakai air PDAM yang baru.


Air pdam yang baru biasanya mengandung kadar kaporit yang tinggi sehingga membuat kutu air gampang mati, apabila menggunakan air PDAM hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama minimal 24jam.

2. Menggunakan air kolam ikan

Kandungan air kolam ikan biasanya sudah netral dari zat kimia, dan biasanya sudah mengandung makanan alami untuk kutu air sehingga kutu air dapat bertahan lebih lama.

3. Jangan gunakan wadah yang terlalu kecil

Penggunaan wadah yang terlalu kecil membuat kutu air akan menumpuk di dasar wadah sehingga mengakibatkan kutir cepat mati.

Itulah 7 pakan yang bisa anda berikan agar kultur kutu air anda cepat melimpah dan bagaimana agar kutu air tidak cepat mati Ketika dalam penampungan, semoga dapat menambah pengetahuan kalian ya.
6 Cara Ternak Ikan Guppy untuk Pemula agar Perlahan Sukses

6 Cara Ternak Ikan Guppy untuk Pemula agar Perlahan Sukses

cara ternak ikan guppy

Taukah anda apa itu ikan guppy? Ikan guppy pertama kali ditemukan oleh Robert john Lechmere Guppy pada tahun 1859,maka dari itu untuk mengenang sang penemu orang menyebutnya ikan guppy. Sebernarnya ikan guppy banyak terdapat di parit parit dan sungai yang memiliki arus yang tenang, biasanya penduduk menyebutnya ikan cere atau gondok, tetapi ikan yang ada di alam liar jenisnya beda dengan yang banyak dibudidayakan saat ini.

Ikan guppy yang banyak dibudidayakan saat ini memiliki bentuk fisik yang menarik dan warna yang cantik dan berfariasi tergantung jenisna, Adapun yang banyak diternak antara lain jenis afr, prtde, black moskow, hb blue, mini panda, blue lace, cendolan dan masih banyak yang lainnya.

Yang membuat banyak penggemar ikan jenis ini bukan hanya bentuk dan warnanya yang cantik,namun termasuk jenis ikan yang mudah untuk diternak dan terkenal kebal atau tidak gampang mati. Lalu bAgaimana caranya jika kita ingin memulai budidaya ikan guppy, dibawah ini yang perlu anda siapkan.

1. Metode ternak


Cara Ikan Ternak Guppy untuk Pemula agar Cepat Sukses
Metode dalam ternak ikan guppy ada 2 cara yaitu dengan cara indoor dan outdor

• Indor

Ternak indor adalah ternak yang dilakukan di dalam rumah, biasanya menggunakan aquarim yang disusun dalam rak. Metode ternak seperti ini anda perlu menambahkan lampu dan filter untuk menjaga kualitas air tetap jernih.

• Outdor

Ternak outdor adalah ternak yang dilakukan diluar rumah. Ternak model ini anda bisa menggunakan media ember, kolam terpal atau langsung buat dengan kolam cor. Usahakan walau di luar ruangan masih diberi naungan, bisa menggunakan plastik atau atap yang berwarna bening agar terhindar dari air hujan.

Baca juga : 6 Tips Ternak Kutu Air di Ember

2. Indukan

Untuk indukan pilihlah yang berkualitas bisa dilihat dari warna yang cerah, lincah, dan yang paling penting adalah genetik yang masih kuat. Karena genetik yang masih kuat akan mendapatkan anakan yang mirip indukan lebih banyak. Apabila anda ingin fokus untuk jadi supplier toko aquarium anda bisa memilih guppy cendolan yaitu guppy yang genetiknya sudah tidak jelas namun memiliki harga yang murah.

3. Pakan

Pakan untuk ikan guppy bisa menggunakan pakan pellet atau pakan hidup, untuk pakan pellet anda bisa gunakan merk mem prem, polared, atau fengli. Sedangkan pakan hidup seperti; cacing sutra, kutu air, dan cacing darah, namun pakan yang saya sarankan adalah pakan hidup karena untuk menjaga kualitas air tetap baik. Apabila menggunakan pellet dan tidak langsung habis maka akan menimbulkan jamur pada ikan.

4. Pemijahan

Ikan guppy akan siap kawin pada umur 2,5 bulan sampe 3 bulan, tapi untuk hasil anakannya yang bagus kawinkan ikan guppy diatas 3 bulan ,kemudian yang perlu anda siapkan sebelum indukan melahirkan, siapkan wadah yang baru lalu kalian bisa beri tanaman air untuk berlindung indukan dan anakan yang baru lahir, pisahkan indukan dari anakannya setelah anakan umur 2 hari.

5. Perawatan

Untuk perawatannya yang paling penting adalah menjaga kualitas air, karena klualitas air yang baik akan menjadikan ikan tidak gampang terserang penyakit. Caranya dengan pergantian air yang rutin , ada bisa mengganti air setiap 3 sampe 5 hari sekali ,jangan ganti air full tapi kurangi airnya setengah lalu anda tambahkan lagi. Juga untuk kotoran ikan anda harus rutin membuangnya, bisa dengan menyedotnya dengan selang kecil (sifon).

6. Pengobatan penyakit

Biasanya penyakit yang biasa terdapat pada ikan guppy adalah jamur. Apabila ikan sudah terkena jamur maka pisahkan dengan ikan yang sehat, tujuannya agar tidak menularkan ke ikan lainnya ,lalu puasakan ikan 2 sampe 3 hari selanjutnya anda bisa memberikan obat seperti, acriflavine atau obat biru yang bisa anda dapatkan di toko ikan hias.

Itulah ulasan mengenai budidaya ikan guppy selamat mencoba dan semoga berhasil serta perlahan sukses.
Terimakasih.

  5 Tips Ternak Marmut Hias, Sikecil yang Bernilai Jual Tinggi

5 Tips Ternak Marmut Hias, Sikecil yang Bernilai Jual Tinggi

Marmut adalah sejenis hewan pengerat yang tergolong familia Sciuridae dengan genus Marmota. Marmut umumnya hidup di daerah pegunungan, seperti Alpen atau Pirenia di Eropa, Pegunungan Rocky atau Sierra Nevada di Amerika Serikat, dan Kanada bagian utara. Namun sekarang penyebarannya sudah merata hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tentunya anda sudah familiar dengan hewan yang satu ini, tapi taukah anda sekarang sedang banyak yang menggemari hewan yang mungil dan imut ini. Bukan marmut lokal yang biasa anda jumpai tetapi marmut hias, atau banyak yang menyebutkan guinea pig.

Marmut yang satu ini mempunyai daya tarik tersendiri dikalangan penghobinya, dikarenakan keunikannya dari mulai bulu hingga postur tubuhnya, bukan hanya unik dari segi penjualannya pun masih tergolong memiliki nilai jual yang tinggi, dihargai dari mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Maka dari itu ternak marmut hias bisa menjadi pilihan usaha yang anda lakukan, jika anda hanya memiliki lahan yang terbatas namun ingin memulai usaha dibidang peternakan yang tentunya bisa menghasilkan, ternak guniea pig bisa menjadi alternatif ternak yang bisa anda jalankan.

Lalu berapa jenis marmut hias yang terdapat di indonesia? di bawah ini jenis-jenis marmut hias yang banyak terdapat di Indonesia.

1. Taxel

 

Tips Ternak Marmut Hias sikecil yang Bernilai Jual Tinggi
gambar marmut jenis taxel

2. Taddy

5 Tips Ternak Marmut Hias sikecil yang Bernilai Jual Tinggi
gambar marmut jenis taddy

 

3. American

 

5 Tips Ternak Marmut Hias sikecil yang Bernilai Jual Tinggi
gambar marmut jenis american

4. Coronet

 

5 Tips Ternak Marmut Hias sikecil yang Bernilai Jual Tinggi
gambar marmut jenis coronet

5. Perufian

 

5 Tips Ternak Marmut Hias sikecil yang Bernilai Jual Tinggi
gambar marmut jenis perufian

Selanjutnya jika kalian ingin memulai beternak marmut hias bagaiamana caranya? Kali ini dunia budidaya akan memberikan tips beternak marmut hias untuk kalian, dibawah ini yang harus kalian persiapkan.

1. Kandang

Tentunya hal yang harus anda persiapkan pertama kali adalah kendenis kandang, ada 2 jenis kandang yang bisa kalian coba, yaitu kandang umbaran dan kandang model tingkat ,apa perbedaan kandang umbaran dan kendang model tingkat?

* Kandang umbaran

Kandang umbaran adalah kandang yang langsung dilantai, biasanya hanya diberi sekat sekat untuk memisah jantan, betina dan anakannya, kandang model ini cenderung membutuhkan tempat yang sedikit luas, namun lebih mudah dalam perawatannya.

* Kandang tingkat

kandang model tingkat bisa anda buat dengan bambu, kawat ram atau kalian bisa beli yang sudah jadi yaitu kandang dengan bahan galvanis, kandang model ini solusi jika kalian hanya memiliki lahan yang terbatas, namun cenderung membutuhkan modal yang lebih banyak.

Baca juga : 7 Tips Ternak Ayam Bangkok Cepat Panen

2. Indukan

Untuk indukan pilihlah jenis indukan sesuai budget yang anda punyai, pilih yang sehat dan lincah tentunya, sedikit saran jika kalian baru memulai ternak fokuslah pada 1 atau2 jenis terlebih dahulu, agar tidak boros kandang karna jika beda jenis dicampur di satu kandang tentunya hasilnya akan kurang bagus.

3. Pakan

Untuk pakan untuk marmut hias sama seperti marmut local biasa yaitu rumput, namun untuk mendapatkan postur tubuh dan bulu yang bagus anda bisa tambahkan pellet.

Pellet yang diberikan menggunakan pellet khusus kelinci, karena belum ada yang produksi pellet khusus marmut, dan apabila marmut anda baru melahirkan anda bisa memberikan jagung muda untuk memperbanyak prosuksi asinya.

4. Perawatan

Perawatan dalam ternak marmut hias relatife mudah, karena membersihkan kotorannya bisa seminggu sekali, tapi usahakan kondisi kandang tetap kering, jika sudah becek anda bisa menambahkan rumput atau jerami kering, untuk jenis yang memiliki bulu yang Panjang sesekali anda perlu menyisiri bulunya agar tidak gembel.

5. Pengobatan penyakit

Penyakit yang biasanya terdapat pada marmut adalah scabies atau gudik dan kembung. Untuk scabies biasanya disebabkan karena kandang terlalu lembab. Untuk mengobatinya anda bisa menyuntikkan obat wormektin atau bisa anda oleskan minyak goreng yang diberi sedikit wormektin.

Untuk kembung cara menghindarinya dengan jangan berikan rumput yang masih berembun atau cari rumput usahakanjika sudah diatas jam 10 pagi. Untuk mengobatinya anda bisa umbar marmut di bawah kandang atau dipelataran agar marmut bergerak lincah sehingga gas yang terdapat diperut bisa keluar.

Itulah ulasan mengenai budidaya marmut hias, semoga bermanfaat, dan terima kasih.
7 Tips Ternak Ayam Bangkok Cepat Panen walau Di Lahan Sempit

7 Tips Ternak Ayam Bangkok Cepat Panen walau Di Lahan Sempit

Ayam Bangkok adalah ayam yang berasal dari Thailand, sesuai namanya Bangkok yaitu nama ibu kota Thailand, di negara asalnya penduduk biasa menyebutnya kings chicken. Ayam Bangkok mempunyai karakter petarung sehingga kerap digunakan sebagai ayam aduan.

Seiring berjalannya waktu, sekarang ayam Bangkok tidak lagi hanya dijadikan sebagai ayam aduan. Banyak juga yang memeliharanya hanya untuk hobi atau kesenangan merawat ayam hingga untuk kontes. Karena itu permintaan pasar ayam Bangkok cukup besar, tentunya menjadikan usaha budidaya ayam Bangkok memiliki prospek yang cerah kedepannya.

Jika anda tertarik memulai usaha budidaya ayam Bangkok, sebaiknya pelajari terlebih dahulu bagaimana tata cara dalam beternak ayam Bangkok.kali ini dunia budidaya akan mengulasnya untuk anda apa saja yang harus anda perhatikan sebelum memulai beternak, hingga perawatannya sampai panen.


tips ternak ayam bangkok

Lalu apa saja yang harus Anda perhatikan?

1. Kandang

Didunia ternak tentunya kandang adalah hal pertama yang harus anda persiapkan, untuk ayam Bangkok relatif tidak membutuhkan tempat yang luas, anda bisa mulai beternak walau hanya memiliki tempat yang sempit. Cara mengsiasatinya anda bisa membuat kandang dengan model tingkat. Sedangkan untuk ukuran ruangan persekat, kandang minimal memiliki Lebar 60cm Panjang 60cm, dan untuk tingginya usahakan jangan dibawah 70 karena untuk menjaga postur ayam tidak membungkuk.

2. Pilih bibit yang berkualitas
 
Indukan yang bagus tentunya akan berpengaruh pada hasil anakan yang didapat, pilihlah indukan dengan postur badan yang kekar, lincah, bulu yang bagus dan untuk betina jika beli yang sudah produk, usahakan yang sudah pernah mengerami dan menetaskan telurnya, karena ada beberapa indukan Bangkok tidak mau mengerami atau bahkan tidak mau dikawinkan.

Pilihlah indukan yang tidak sedarah atau lahir dalam 1 induk, karena pengalaman saya hasil anakan akan kurang bagus jika anakan didapat dari indukan yang sedarah. Untuk anda yang ingin fokus pada untuk ayam aduan maka pilihlah indukan yang memiliki mental petarung.

3. Pakan

Pakan ayam Bangkok relative mudah didapat namun apabila ingin hasil yang maksimal, tentunya jenis pakan juga harus diperhatikan, anda bisa saja memberikan pakan dedak namun harus diberi bahan tambahan seperti beras merah, jagung giling dan konsentrat. Waktu pemberian pakan juga harus diatur, bisa di waktu pagi dan sore

4. Perawatan

Untuk perawatan indukan anda bisa menjemur ayam di waktu pagi, atau apabila kendang ayam sempit usahakan setiap pagi atau sore ayam diumbar di pekarangan untuk  menambah gerak ayam agar tetap lincah, bersihkan kotoran ayam setiap hari apabila tidak sempat setiap hari usahakan tidak lebih dari 5 hari, karena kotoran yang lama berada di kandang akan menimbulkan bibit penyakit pada ayam, apabila ada ayam yang terkena penyakit pisahkan dari kandang ayam yang lain untuk meminimalkan menularkan penyakit ke ayam lainnya

5. Perkawinan ayam

Persiapan sebelum ayam dikawinkan juga harus diperhatikan,untuk umur ayam betina akan siap dikawinkan antara 7 sampai 8 bulan , sedangkan untuk jantan sekitar umur 1tahun. kondisi pejantan harus dalam keadaan sehat dan untuk betina harus dalam keadaan sehat , gemuk atau tidak kurus , usahakan pakan yang diberikan saat ayam mulai bertelur dicukupi, karna setelah bertelur, ayam akan mengerami selama 21 hari dan hanya akan turun sekali dalam sehari

6. Pemisahan anakan dengan indukan (sapih)

Inilah kunci agar ternak ayam Bangkok anda cepat panen ,pisahkan anakan dengan induk setelah 3 hari setelah menetas ,biasanya setelah 3 hari anakan ayam sudah bisa mandiri untuk makan dan minumnya, penyapihan yang cepat akan memepercepat indukan ayam anda siap untuk dikawinkan Kembali

7. Perawatan anakan ayam

Setelah anakan ayam telah disapih, siapkan kandang terpisah yang tertutup, apabila anda belum mempunyai kandang untuk memisah anda bisa menggunakan kardus yang ukurannya besar. Beri dasar kardus dengan sekam agar  kardus tidak cepat benyek terkena kotoran ayam dan menambah kehangatan.

Usahakan suhu kandang tetap hangat, anda bisa memasang lampu pijar untuk  menjaga kendang tetap hangat, untuk pakan berikan konsentrat khusus anakan dan untuk minum anda bisa memberikan tambahan  vitamin untuk menambah kekebalan tubuhnya.

Baca juga :
- 6 Tips Ternak Kutu Air di Ember
- 4 Tips Memulai Ternak Lele Anti Rugi

Itulah 7 tips agar ternak ayam Bangkok cepat panen walau di lahan yang sempit, setiap usaha pastinya dibutuhkan praktek langsung agar lebih mengerti masalah dan cara mengatasinya. Selamat mencoba dan terima kasih.

 6 Tips Ternak Kutu Air di Ember untuk Pemula

6 Tips Ternak Kutu Air di Ember untuk Pemula

tips ternak kutu air
 

Apa yang anda fikirkan ketika mendengar kata kutu air? Membayangkan iklan kalpanak? tentunya kutu air yang ini beda dengan kutu air yang bisa membuat gatal ya sobat. Kutu air yang akan kita bahas adalah kutu air yang biasa diberikan untuk pakan ikan yang baru menetas atau ikan ikan yang berukuran kecil seperti ikan cupang, guppy dan lainnya.

Ternak kutu air menjadi hal yang penting anda ketahui Ketika akan memulai dalam usaha di bidang ikan hias, karena apabila sudah bisa ternak pakan sendiri maka akan mengurangi biaya untuk pakan ikan anda ,selain itu sehubungan dengan terus bertambahnya penghobi baru dibidang ikan hias, kutu air menjadi hewan yang banyak dicari sehingga menjadi peluang usaha yang bisa anda lakukan.

Lalu bagaimana cara ternak kutu air khususnya untuk pemula yang belum mengetahui, kali ini dunia budidaya akan mengulasnya dengan rinci.

Di bawah ini Langkah - Langkah yang harus Anda lakukan

1. Pilih bibit kutu air

Kutu air yang biasa kita jumpai ada 2 jenis yaitu kutu air moina dan kutu air dapnia magna,lalu apa bedanya kutu air moina dan dapnia magna ?

➧ Kutu air monia adalah kutu air yang beukuran kecil ,memiliki perkembangan yang cepat namun umurnya tidak lama hanya sekitar 15 hari ,kutu air jenis ini yang biasa terdapat di alam seperti di sungai yang airnya penuh limbah  dan berarus tenang,

➧ Kutu air dapnia magna adalah kutu air yang berukuran lebih besar dari kutu air moina ada juga yang bilang sebagai kutu air raksasa,pekembangnya relative lambat namun memiliki umur lebih lama yaitu sekitar 30 hari, kutu air jenis ini tidak bisa ditemukan dialam Indonesia biasanya bisa didapatkan dipeternak.

Baca juga : Tahapan Lengkap Budidaya Cacing Sutra

Lalu jenis apa yang sebaiknya kalian budidayakan, menurut saya untuk pemula sebaiknya ternak jenis moina karna perkembangannya relatif  yang cepat, Anda bisa mendapatkan dengan buat menggunakan daun kol (tanpa bibit) atau beli bibit langsung dipeternak. Jika ingin cepat maka saya sarankan beli bibit karna jika tanpa bibit akan memerlukan proses yang lama.

2. Tentukan wadah untuk budidaya

Untuk wadah anda bisa menggunakan ember ,bok strerofom,atau kolam. Kali ini saya akan akan mengulas ternak dimedia ember, sebaiknnya air yang digunakan yaitu air yang sudah diendapkan terlebih dahulu atau bisa menggukan air kolam ikan. Karena jika menggukan air baru bisa jadi masih mengandung kaporit yang bisa membuat kutu air mati.

3. Pakan

Semua mahluk hidup tentunya membutuhkan pakan, lalu pakan apa yang bisa diberikan untuk kutu air? Anda bisa menggunakan dedak, kotoran puyuh, susu bubuk dll, sebaiknya sebelum diberikan pakan difermentasi terlebih dahulu dengan menggunakan em4 dan tetes tebu untuk media ember usahakan pemberian pakan sedikit saja karna akan berpengaruh pada kualitas air.

4. Perawatan

Perawatan dalam budidaya kutu air lebih kepada menjaga kualitas air, jika menggunakan ember sebaiknya setiap 3 hari sekali air diganti ¼ bagian dan diberi air yang baru karna jika lama tidak diganti akan timbul kutu jet yaitu hama dalam ternak kutu air.

5. Kondisi tempat untuk meletakkan wadah

Tempat yang baik dalam budidaya kutu air sebaiknya terkena sinar matahari, karna perkembangan kutu air akan lebih cepat jika terkena sinar matahari dan usahakan jangan terkena air hujan, karna jika menggukanan ember jika langsung terkena air hujan, air akan meluap dan ph air akan turun.

6. Pemanenan

Pemanenan akan bisa dilakukan setelah kurang lebih 10 hari setelah meletakkan bibit , panen dilakukan dengan jaring khusus kutu air, waktu yang tepat untuk panen adalah diwaktu pagi atau sore hari Ketika kutu air muncul ke permukaan, karna jika siang hari kutu air akan masuk ke dalam air. Tentunnya akan sulit untuk mengambilnya.

Itulah cara Ternak kutu air di ember yang harus anda perhatikan, tentunya dibutuhkan kesabaran dan ketlatenan dalam proses budidayanya agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Budidaya Maggot BSF (solusi pakan alternatif untuk ternak)

Cara Budidaya Maggot BSF (solusi pakan alternatif untuk ternak)

cara budidaya maggot
 

Apa yang Anda fikirkan bila mendengar tentang belatung?  tentu terdengar menjijikkan bukan. Tetapi sekarang belatung inilah yang bisa menjadi solusi Anda untuk menekan biaya pakan untuk ternak.

Namanya adalah maggot yang biasa kita jumpai ada 2 jenis yaitu maggot lalat hijau dan maggot bsf (black soldier fly), yang bisa kita manfaatkan sebagai pengurai sampah organic dan sebagai pakan ternak adalah yang jenis maggot BSF atau lalat tentara hitam.

Lalu apa kelebihan jika kita budidaya maggot ?

1. Sebagai pengurai sampah organic yang efektif

Masalah sampah sekarang menjadi masalah yang komplek, tentunya dengan beternak  maggot akan bisa menangani masalah tentang sampah organic karna makanan untuk maggot sendiri  bisa menggunakan sampah organik, dan 1 ekor maggot bisa menghabiskan kapan 2X berat tubuhnya.

2. Sangat cepat dalam perkembangannya

karena lalat BSF hanya membutuhkan sekitar 45 hari dari  mulai telur sampai ke lalat dewasa, dan  Seekor lalat betina biasanya menghasilkan 500-900 butir telur. Sedangkan untuk mendapatkan 1 gram telur, membutuhkan setidaknya 14-30 lalat. Untuk 1 gram telur, akan mampu menghasilkan 3-4 kg maggot atau larva.

3. Memiliki nutrisi yang cukup tinggi

Sebagai pakan alternatif pengganti pakan pabrikan karena dalam bentuk kering maggot memiliki kadar protein sekitar 40 – 42%, sedangkan protein yang dibutuhkan ternak sekitar 20 – 45%.

Kemudian bagaimana tahapan dalam budidaya Maggot?
 
Langkah awal anda biasa siapkan telur maggot dengan beli online atau langsung ke peternak maggot ,anda bisa juga  memancing lalat bsf liar untuk bertelur dengan dedak dan em4 tapi saya sarankan beli telur karna jika mancing lalat liar karna bisa saja yang bertelur lalat lalat ijo.

Selanjutnya siapkan media penetasan telur, bisa menggunakan ampas tahu, dedak halus dicampur pellet ikan atau langsung menggunakan bubur sampah organic, usahakan telur sebelum menetas jangan sampai terkena air karna bisa mengakibatkan telur tidak menetas, caranya mengan menyangga telur tidak langsung menempel ke media penetasan.

Baca juga : Tahapan Lengkap Budidaya Cacing Sutra

Berikutnya setelah umur satu minggu setelah menetas maggot bisa anda pingahkan ke biopon (tempat pembesaran magot) media atau pakan yang baik yaitu yang bisa dimakan habis karna akan mempermudah dalam proses pemanenan, apabila menggunakan sampah organk usahakan sampah dibuat menjadi bubur terlebih dahulu.

Setelah umur 18-21 hari anda sudah bisa panen, namun apa ingin berkelanjutan anda harus memisahkan ¼ populasi maggot untuk besarkan menjadi lalat dengan membuatkan biopon migrasi karna setelah umur 28 hari keatas maggot akan mejadi prepupa yaitu berubah warna menjadi hitam dan bergerak mencari tempat yang kering, jika sudah dalam bentuk ini maggot sudah tidak makan.

Apabila sudah migrasi dan berubah menjadi prepupa 7 hari setelahnya maggot akan mejadi pupa dalam fase ini maggot sudah diam tak bergerak menunggu menetas menjadi lalat dalam waktu 7 sampai 1 bulan, apabila sudah menjadi pupa, anda sudah harus siapkan tempat  atau ruangan dengan jaring rapat agar apabila sudah menjadi lalat tidak kabur kemana-manna.

Diruangan tersebut anda siapkan tumpukan bambu atau kayu yang diberi jarak sedikit  untuk media lalat bertelur. Ketika sudah menjadi lalat, lalat bsf tidak perlu diberi makan karna lalat bsf tidak makan setelah bertelur lalat akan mati.

Itulah cara berternak maggot yang saya lakukan, apabila ingin bertanya bisa tulis dikomentar, terimakasih

4 Tips Memulai Ternak Lele Anti Rugi untuk Pemula

4 Tips Memulai Ternak Lele Anti Rugi untuk Pemula

tips ternak lele untuk pemula
 

Ternak lele merupakan peluang usaha yang memiliki prospek yang cukup cerah kedepannya, dikarenakan semakin hari jumlah konsumsi hasil olahan dari ikan lele terus meningkat tetapi produksi ikan lele cenderung mengalami penurunan.

Akan tetapi dikarenakan harga pakan pabrikan untuk ikan lele terus mengalami peningkatan banyak sekali para paternak yang mengalami kerugian, untuk itu saya akan berikan 4 tips dan cara ternak lele agar tidak mengalami kerugian

1. Pilih Bibit yang Berkualitas

Bibit yang berkualitas akan berpengaruh pada pertumbuhan yang tentunya akan berpengaruh pada hasil panen yang didapat. Jangka waktu sampai panen akan lebih singkat yang tentunya akan memangkas biaya perawatan dan pakan.

Pilihlah jenis yang sudah terbukti baik seperti jenis lele Sangkuriang dan lele Mutiara, apabila Anda ingin meminimalkan modal usahakan bibit diperoleh dari hasil memijahkan indukan sendiri, karena apabila Anda beli bibit yang siap tebar akan menambah biaya modal.

2. Media yang Efisien

Media yang tepat akan mempermudah dalam perawatan dan pemanenan, Anda bisa menggunakan kolam semen atau kolam terpal, kedua media tersebut yang menurut saya paling bagus dalam menjalankan budidaya ikan lele.

Disamping karena akan mudah dalam penyortiran ukuran lele dan juga mempercepat dalam proses pemanenan sehingga dapat mengurangi biaya saat proses pemanenan lele tersebut.

3. Perawatan yang Baik

Perawatan yang baik akan mempengaruhi hasil panen tentunya, perawatan dimulai dari menegemen air yang baik.

Suhu yang baik untuk pertumbuhan ikan lele berkisar 26-30 derajad celcius dan ph air yang baik untuk ikan lele adalah 6,5-9. Sedangkan kandungan oksigen terlarut sekitar 4 mg/l. Kondisi air yang baik juga akan mencegah timbulnya penyakit pada ikan lele.

Baca juga : 4 Rahasia Ternak Ikan Chana

4. Menggunakan Pakan Alternatif

Pemberian pakan yang bagus akan mempercepat pertumbuhan ikan lele, namun pakanlah yang menyumbang pengeluaran modal tertinggi dalam beternak ikan lele. Oleh karena itu banyak peternak yang merugi dikarenakan hasil panen tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli pakan.

Untuk meminimalkan biaya pakan, maka saya sarankan menggunakan pakan alternatif, pakan alternatif yang digunakan adalah pakan yang mengandung nutrisi yang cocok untuk ikan lele, seperti maggot dan ikan runcah yang mengandung protein yang tinggi.

Untuk pemberian pakan maggot saya biasanya menggunakan perbandingan 50:50 antara maggot dengan pellet untuk hasil yang maksimal.

Penutup

Itulah 4 cara yang bisa Anda lakukan agar tidak merugi dalam beternak lele bagi pemula dan semoga saja dapat memperoleh keuntungan yang Anda harapkan.

4 Rahasia Ternak Ikan Channa agar Cepat Bisa

4 Rahasia Ternak Ikan Channa agar Cepat Bisa

rahasia ternak channa
 

Ikan chana saat ini merupakan ikan yang banyak diminati, bukan hanya di kalangan muda para orang tuapun banyak yang hobi pelihara ikan tersebut. Oleh karena itu peluang usaha dengan budidaya ikan Channa sangatlah terbuka lebar.

Akan tetapi apabila langsung terjun dalam dunia ternak ikan channa tanpa mengetahui ilmunya tentu akan berujung kegagalan. Untuk itu kali ini saya akan berikan pengalaman dan beberapa rahasia saya dalam ternak ikan chana khususnya untuk pemula.

Di bawah ini setidaknya ada 4 hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai ternak ikan chana.

1. Pemilihan Indukan

Pemilihan indukan sangatlah penting dalam budidaya ikan channa karena akan menentukan hasil anakan yang didapatkan, pemilihan indukan dimuali dari memilih usia ikan sampai jenis ikan chana yang akan diternak.

Untuk usia ikan yang siap diternak berkisar dari 9 bulan sampai 10 bulan, untuk jenis yang mudah diternak menurut saya jenis Chana Asiatica karna mudah dalam menjodohkan dan sangat cepat indukan isi telur kembali sesudah mengeluarkan telur.

2. Tempat atau Media Beternak

Tempat yang digunakan bisa menggunakan aquarium, aquarium yang digunakan menggunakan sekat tengah untuk proses menjodohkan, sekat dibuka saat ikan channa sudah tidak menunjukan karakter bertarung. Tempat untuk meletakkan aquarium usahakan letakkan pada tempat yang tenang dan jauh dari keramaian karna ababila diletakkan di tempat yang terlalu ramai akan berpengaruh pada strees ikan tersebut

Baca juga : 5 Cara Melatih Mental Ikan Channa Agar Cepat Galak

3. Pakan

Pakan yang digunakan untuk indukan lebih bagus pakan hidup dan usakan pemberian pakan teratur dan porsi yang sesuai, untuk porsi yang pas yaitu apabila pakan diberikan akan langsung habis apabila pakan tidak habis akan mempengaruhi kualitas air dalam aquarium tersebut, dan saya merekomendasikan pakan untuk yang baik untuk indukan yaitu dengan cacing tanah karna akan meningkatkan pertumbuhan size atau ukuran ikan

4. Perawatan Anakan

Perawatan anakan dari mulai bentuk telur sangatlah penting dalam proses beternak ikan chana. Untuk jenis channa Asiatica indukan akan mengeluarkan telur di permukaan air, saya biasanya setelah ikan bertelur akan mengeluarkan indukan dari tempat bertelurnya, dan langsung saya pisah antara jantan dan betina untuk menghindari ikan bertarung.

Setelah menetas, kita bisa berimakan setelah usia anakan 5 hari setelah menetas, Anda bisa beri makan menggunakan artemia atau bisa langsung diberi kutu air, setelah ukuran kita kira sudah bisa makan cacing sutra kita ganti pakan dengan cacing sutra untuk mempercepat pertumbuhan.

Itulah beberapa hal yang bisa anda perhatikan dalam menekuni budidaya ikan channa, tentunya dibutuhkan juga kesabaran dan ketlatenan dalam dalam proses beternak tidak lupa diiringi dengan doa ya, selamat mencoba semoga berhasil.

5 Cara Melatih Mental Ikan Channa Agar Cepat Galak

5 Cara Melatih Mental Ikan Channa Agar Cepat Galak

cara melatih ikan chana
 

Beberapa tahun belakangan ini penghobi ikan jenis Channa mengalami kenaikan yang pesat, hal itu dipengaruhi mudahnya sekarang mendapat informasi-informasi yang baru, dan banyak berita-berita yang viral tentang dunia ikan Channa.

Ada beberapa jenis ikan chana yang populer sekarang, seperti channa auranti, chana stewarty, channa pulcra, channa asiatica, dan ikan channa lokal yaitu limbata. Ikan ikan chana tersebut mempunyai daya tarik tersendiri bagi para penghobinya. Yang biasa orang-orang tertarik, biasanya dilihat dari segi corak, ukuran dan mental.

Dalam artikel ini, saya akan memberikan beberapa tips tentang bagaimana melatih mental ikan Chana agar lebih cepat galak. Karena mental ikan channa sangat mempengaruhi dalam penjualan atau daya tarik bagi penghobinya.

Inilah beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam melatih mental ikan channa.

1. Usahakan channa tidak dalam keadaan stres

ciri ciri ikan chana yang stres yaitu biasanya ikan akan diam didasar seperti malas berenang tau bahkan tidak mau makan , biasanya ini terjadi apabila ikan baru sampe dari perjalanan jauh , ikan lompat ke permukaan , atau untuk ikan chana yang baru didapat dari alam jika ingin melatih mentalnya maka biarkan ikan sembuh dari stres terlebih dahulu.
 
2. Puasakan ikan 3 sampe 4 hari

Ikan yang lapar tentunya akan lebih agresif saat diberi makan, lama kelamaan akan terbentuk mental petarung chana tersebut, dengan catatan jangan puasakan ikan saat tres atau sedang dalam kondisi sakit

Baca juga : 4 Tips Memulai Ternak Lele Anti Rugi
 
3. Melatih dengan memegang pakan hidup diluar aquarium

Anda bisa mulai dengan gerakkan pakan hidup dari sisi aquarium ke sisi lainnya agar ikan chana anda mengejar pakan tersebut, maka lama kelamaan ikan akan terbiasa mengejar tangan anda walau tidak memegang pakan
 
4. Dilatih dengan cermin

Anda bisa juga melatih mental ikan chana dengan cermin, caranya hadapkan cermin pada ikan anda apabila sudah mulai bergerah mengejar bayangan yang ada dicermin anda ganti dengan tengan anda, lakukan cara ini setiap hari agar ikan terbiasa mengejar tangan anda.

5. Menggunakan patung ikan yang mirip

Ikan chana merupakan ikan yang akan menjaga wilayah teritorinya , apabila anda mengunakan patung yang mirip dengan ikan chana anda, maka ikan tersebut akan mengira patung tersebut sebagai ancaman yang akan mengganggu teritorinya , otomatis ikan akan lebih galak  
 
Itulah 5 cara yang bisa dicoba untuk melatih mental ikan chana Anda agar cepat galak, dibutuhkan kesabaran dan ketlatenan untuk hasil yang maksimal dan terbentuk mental yang stabil, selamat mencoba.


Tahapan Lengkap Budidaya Cacing Sutra media Sawah

Tahapan Lengkap Budidaya Cacing Sutra media Sawah

tahapan budidaya cacing sutra
 

Usaha budidaya cacing sutra saat ini menjadi salah satu peluang usaha yang bisa Anda jalankan dengan prospek yang cukup cerah kedepannya. Pasalnya cacing sutra memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dengan protein 57%, lemak 13,3%, serat kasar 2,04%, kadar abu 3,6% dan air 87,7% dimana kandungan gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh benih ikan untuk proses pertumbuhan,

Ada beberapa cara dalam budidaya cacing sutra bisa menggunakan kolam semen, baki yang disusun di rak, kolam terpal ataupun dengan media sawah. Semua metode ternak tentu ada kelemahan dan kelebihan masing masing.

Kali ini saya akan menjelaskan tahapan budidaya cacing sutra di kolam sawah, sebelum kita bicara tentang tahapan ternak di media sawah saya akan jelaskan kelebihan dan kekurangan ternak dengan metode sawah, kelebihan metode sawah yaitu;

  • Cepat dalam perkembangan karena dibuat seperti dialam
  • Mudah dalam perawatan jika lumpur sudah halus
  • Dapat panen lebih banyak dibanding dengan metode lainnya


Adapun kelemahannya yaitu, pengolahan lahan sebelum ditebar bibit cacing akan lebih lama. Itulah kelebihan dan kekurangannya kali ini saya akan jelaskan tahapan-tahapan dalam budidaya ternak cacing metode sawah, sebagai berikut.

1. Pengolahan Lahan

Dalam budidaya cacing sutra media sawah pengolahan lahan sangatlah penting karena di alam, cacing sutra hidup aliran limbah dengan lumpur halus, oleh karna itu sebelum ditebar bibit cacing hendaklah kita buat tanah menjadi sangat halus yaitu dengan cara mencakul atau bisa dengan traktor itu dilakukan beberapa kali  sampai  tanah terbentuk menjadi lumpur yang halus.

2. Pemberian Pakan

Pemberian pakan cacing sutra dimulai saat pengolahan lahan yaitu dengan mencampurkan saat proses pencangkulan, adapun pakan yang diberikan saat proses pengolahan lahan yaitu dengan kohe puyuh, bisa dengan kohe sapi atau ayam.

Tapi usahakan pakan yang diberikan pakan yang bisa terurai karena akan menyulitkan dalam proses pemanenan jika pakan yang diberikan tidak dapat terurai atau tidak habis jika dimakan cacing sutranya. Kemudian jika tanah sudah halus dan sudah diberi bibit cacing sutra maka pemberian pakan bisa diberikan setiap hari atau 3 hari sekali sampai panen.

Lebih banyak pakan yang diberikan akan lebih baik karena akan membuat lahan menjadi lebih gembur adapun pakan yang diberikan setelah bibit cacing sutra ditebar bisa menggunakan ampas tahu, kohe puyuh ataupun sayur sayuran yang sudah dihaluskan.

Baca juga : 4 Rahasia Ternak Ikan Channa

3. Pemanenan
 
Proses pemanenan cacing sutra bisa dilakukan sekitar 3 bulan setelah tebar bibit karena biasanya proses pengeluaran kokon atau Telur cacing sutra terjadi di usia 40 – 50 hari dalam siklus hidup mereka.

Pemanenan bisa dilakukan seminggu sekali atau setiap hari jika menggunakan sistem sekat- sekat yaitu kita urutkan panen persekat. Pemanenan dilakukan pada waktu pagi, sore atau malam hari karna pada waktu itulah cacing akan muncul ke permukaan dan pada siang hari cacing akan sembunyi di dalam lumpur untuk melindungi dirinya dari sinar matahari.

4. Perawatan setelah Panen

Perawatan setelah panen sangatlah penting kardna kita akan bisa kontinu atau berkelanjutan dalam pemanenan jika perawatan dilakukan dengan baik setelah panen. Adapun perawatan setelah panen dilakukan dengan pemberian pakan langsung setelah panen dilakukan.

Itu bertujuan agar pakan selalu tersedia dan media tidak mengalami penyusutan karena lumpur akan ikut terbawa saat panen dilakukan.
Yang terakhir apa bila sudah beberapa kali penen dan tanah sudah terasa padat maka kita olah tanah seperti diawal yaitu dengan mencangkul agar menjadi gembur kembali tapi jangan menggunankan traktor karna akan bisa membuat cacing itu mati.

Akhir Kata

Itulah beberapa tahapan dalam budidaya cacing sutra media sawah, itu semua pengalaman saya yang sudah berkecimpung dalam budidaya cacing sutra, budidaya cacing sutra yang dibutuhkan adalah ketlatelan dan kesabaran karna dilakukan tidak dalam waktu sebentar ,dan tentunya jangan mudah menyerah.

Selamat mencoba semoga berhasil.